Bakal Jadi Pusat Bisnis, Jakarta Ditargetkan Sumbang 25 Persen ke Ekonomi RI
·waktu baca 2 menit

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta optimistis Jakarta akan tetap menjadi pusat bisnis usai tak lagi menjadi Ibu Kota Negara (IKN). Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kepala Sub Bagian Perindustrian dan Perdagangan Biro Perekonomian dan Keuangan Pemprov DKI Jakarta, Abdul Ghofar Al Hakim.
"Kami optimistis Jakarta menjadi pusat bisnis Indonesia, karena memang secara infrastruktur baik yang hard maupun SDM-nya, Jakarta sudah cukup memiliki untuk itu," kata Ghofar kepada kumparan di Hotel Fairmont Jakarta, Selasa (28/6).
Ghofar memproyeksi, Jakarta akan menyumbang 25 persen kepada PDB. "Kalau sekarang Jakarta menyumbang 17 persen terhadap PDB, setelah sudah tidak jadi IKN bisa 25 persen," ungkap Ghofar dengan yakin.
Di sisi lain, Ghofar berharap, kantor lembaga keuangan seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) juga akan tetap berada di Jakarta untuk mendukung bisnis berskala global. Apalagi, gerbang pembayaran hingga perputaran keuangan Indonesia terjadi di Jakarta.
Senada dengan Ghofar, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia DKI Jaya (BPD HIPMI Jaya) Sona Mesana optimistis Jakarta masih bisa menjadi penopang ekonomi Indonesia usai tak lagi jadi ibu kota negara.
Sona menjelaskan, berdasarkan data yang diperoleh HIPMI, Jakarta dihuni oleh 10 juta warga, dan kurang lebih terdapat lebih dari 1 juta pelaku usaha yang didominasi oleh UMKM. Jakarta berkontribusi sebesar 17,23 persen terhadap PDB nasional yang mencapai Rp 4.175,8 triliun pada kuartal II 2021.
"Saya yakin ke depan kami dari dunia usaha tidak ingin justru nilai perputaran ekonomi berkurang. Oleh karena itu, kami siap memberikan masukan bagaimana apabila nanti jakarta menjadi kota bisnis itu bisa menciptakan ekosistem mendukung kemajuan dunia usaha," kata Sona dalam konferensi pers Jakarta Talks 2022 di Hotel Fairmont Jakarta, Selasa (28/6).
