kumparan
2 November 2019 15:36

Bali dan Pelindo III Bersolek Sambut Cruise di Pelabuhan Benoa

Kapal Pesiar Explorer Dream di Pelabuhan Benoa (POTRAIT)
Kapal mewah besutan penyedia jasa pariwisata pesiar Dream Cruises, Explorer Dream, melakukan sandar perdana di Dermaga Pelabuhan Benoa, Bali. Foto: Dok. Corporate Communication PT Pelindo III
Pemerintah Provinsi Bali dan Pelindo III melakukan kerja sama dalam pengembangan Pelabuhan Benoa dan Bali untuk menyambut kedatangan kapal cruise yang masuk ke Pelabuhan Benoa.
ADVERTISEMENT
Pengembangan dilakukan dengan memperpanjang dermaga pelabuhan, membuat rute perjalanan Pelabuhan Benoa ke objek wisata, transportasi dan pembangunan pusat UMKM.
Gubenur Bali Wayan Koster mengatakan, Pelindo III telah melakukan pengerukan sedalam 12 meter di pantai Benoa agar kapal-kapal pesiar bisa bersandar di Pelabuhan Benoa. Oktober lalu, untuk pertama kali, sebuah kapal pesiar dengan panjang 268 meter dan lebar 32 meter, 12 lantai dengan kapasitas 2.000 penumpang telah berhasil masuk ke dermaga Pelabuhan Benoa.
Maka, pengembangan untuk ke wilayah objek wisata dibutuhkan untuk memuaskan turis yang transit di Bali.
Main pool deck Genting Dream Cruise kala senja
Main pool deck Genting Dream Cruise kala senja Foto: Dream Cruises
Biasanya, para turis akan menghabiskan waktu 6 sampai 8 jam untuk transit di Bali.
“Maka ke depan ada cruise datang yang lebih mewah. Kita sudah tata supaya ke depan dibuat rute perjalanan, nanti penumpang yang ribuan akan dibagi, ada yang berkunjung ke Denpasar, Gianyar, Karangasem, Badung, meninjau pusat kerajinan rakyat destinasi wisata, transportasinya nanti akan disiapkan supaya keluar dari kapal penumpang, bisa lihat alam dan budaya Bali serta kerajinan rakyat,” kata Koster di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Sabtu (2/11).
ADVERTISEMENT
Koster juga menyiapkan bisnis logistik agar kapal ini juga bisa menggunakan produk Bali. Misalnya, untuk kebutuhan konsumsi seperti ikan, telur, daging, buah-buahan yang dihasilkan oleh petani dan peternak Bali dijual kepada kapal sebagai sumber makanan turis. Bahan bakar juga akan disediakan agar kapal dapat memenuhi kebutuhannya sendiri.
“Dulu kapal-kapal ini mengisi bahan bakar, makanan seperi ikan, sayur, buah disuplai dari Singapura. Ke depan nanti kita koordinasikan dengan asosiasi agar produk petani kita bisa dimanfaatkan,” ujar Koster.
Koster tengah menyiapkan skema bisnis ini, targetnya tahun 2023 bisa terlaksana.
Ilustrasi Teluk Benoa
Melepas perahu tanpa awak di pantai. Foto: Mohamad Hamzah
Sementara itu, Dirut PT Pelindo III Doso Agung mengatakan, tahun 2020 Pelindo telah menerima 79 booking kunjungan dari sejumlah perusahaan kapal cruise dengan kapasitas sekitar 2 ribu penumpang.
ADVERTISEMENT
Dikabarkan, perusahan kapal Genting Dream tengah membangun sebuah kapal dengan kapasitas 4 ribu penumpang. Rencananya, kapal ini akan beroperasi tahun 2021 dari Amerika, Filipina dan Bali.
Genting Dream Cruise yang mewah dan megah
Genting Dream Cruise yang mewah dan megah Foto: Dream Cruises
Kini, Pelabuhan Benoa tengah bersiap dengan memperpanjang dermaga sekitar 160 meter agar kapal bisa bersandar.
“Kami harus membangun kapasitas dermaga kami di tahun 2020. Tahun 2019 kami mulai kontruksi dan harapannya tahun 2020 selesai. Sehingga kapal masuk ke Benoa tidak terkendala kapal enggak bisa sandar. Kalau enggak bisa sandar pasti jumlah turis yang kan turun terbatas karena harus ditransfer lagi dari kapal kecil, orang akan malas, tapi kalau bisa bersandar orang-orang akan turun dan ini baik untuk perkembangan ekonomi di Bali,” ujar dia.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan