Bandara Ahmad Yani Semarang Rugi Rp 9 Miliar Akibat Virus Corona

PT Angkasa Pura I (AP I) yang mengelola Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, kehilangan pendapatan (loss income) hingga miliaran rupiah akibat merebaknya virus corona (Covid-19) yang terjadi beberapa bulan belakangan ini.
General Manager AP I Bandara Ahmad Yani Hardi Ariyanto mengatakan, penurunan penumpang baik domestik maupun internasional mencapai 23 persen.
"Dari Januari hingga hari ini (11/3) perkiraan bisa mencapai 541 ribu penumpang, menurun jadi 449 ribu penumpang, dinominalkan kerugiannya Rp 9 miliar," ungkap Hardi, Rabu (11/3).
Hardi mengatakan, pemicu turunnya penumpang pesawat yakni travel warning dari pemerintah untuk mencegah penyebaran wabah Covid-19 yang mungkin terbawa penumpang, terutama penumpang rute internasional.
"Sesuai dengan instruksi dari pemerintah, semua penumpang dari rute penerbangan Italia, Iran, dan Korea Selatan dilarang masuk. Jadi walaupun jadwal penerbangannya sama, namun jumlah penumpangnya menurun. Termasuk untuk yang umrah pun juga masih ada larangan terbang,” katanya.
Dampak travel warning Covid-19 tersebut, kata Hardi, juga berimbas pada pengiriman logistik melalui jalur penerbangan di mana terjadi persentase penurunan sebesar 12 persen selama 3 bulan terakhir.
"Kami memang mengalami kerugian, namun kami tetap mengutamakan pelayanan yang terbaik kepada para penumpang yang datang," ujarnya.
Selain itu, sebagai tindakan preventif, AP I melakukan sejumlah langkah antisipasi mulai dari pemeriksaan suhu badan pada penumpang pesawat yang baru turun, sosialisasi penggunaan masker dan hand sanitizer, hingga pembersihan sejumlah area bandara menggunakan disinfektan.
"Saat ini kami melakukan pengawasan ketat kepada para penumpang, termasuk juga kepada para cabin crew dan barang (bagasi) yang masuk, semua di-screening," katanya.
