Bandara-bandara Sepi di 2021, Bagaimana Nasibnya Tahun Depan?

30 Desember 2021 14:20 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Sejumlah penumpang menaiki pesawat ATR 72-600 milik maskapai penerbangan Citilink di Bandara Jenderal Besar Soedirman (JBS), Purbalingga, Jawa Tengah, Kamis (3/6).  Foto: Idhad Zakaria/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah penumpang menaiki pesawat ATR 72-600 milik maskapai penerbangan Citilink di Bandara Jenderal Besar Soedirman (JBS), Purbalingga, Jawa Tengah, Kamis (3/6). Foto: Idhad Zakaria/ANTARA FOTO
ADVERTISEMENT
Tahun 2021 diwarnai dengan adanya bandara-bandara yang sepi penumpang. Sepinya penumpang tersebut tentu berdampak juga ke kinerja keuangan yang menjadi tidak maksimal.
ADVERTISEMENT
Di tengah kondisi tersebut, Presiden Joko Widodo memilih masih tetap membangun dan meresmikan Bandara baru di 2021. Lantas, bagaimana kira-kira prospeknya untuk tahun depan?
Berikut ini rangkuman selengkapnya mengenai bandara-bandara yang sepi pada tahun 2021:

Bandara YIA

Yogyakarta International Airport atau Bandara YIA, bandara internasional yang sempat disebut Presiden Jokowi sebagai salah satu bandara terbaik di Indonesia, masih sepi. Bandara ini mulai dibangun pada 2018 dan diresmikan langsung oleh Jokowi pada 28 Agustus 2020.
Traffic penumpang Bandara Baru Yogyakarta (YIA) sepanjang Januari-November 2021 (11 bulan) tercatat hanya 1,2 juta penumpang. Untuk ukuran bandara baru dengan kapasitas 20 juta penumpang per tahun, traffic penumpang yang tercatat hingga November tersebut memang masih sangat jauh dari kapasitas.
Suasana di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA). Foto: Michael Agustinus/kumparan
Bandara baru Yogyakarta di Kulon Progo ini disebut-sebut sebagai penyebab membengkaknya utang PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I yang kini mencapai Rp 35 triliun. Beban utang AP I meningkat karena sejumlah bandara baru yang dikelolanya sepi penumpang.
ADVERTISEMENT

Bandara Purbalingga

Pada Oktober hingga November lalu, sempat tak ada penerbangan yang singgah di Bandara Jenderal Besar Soedirman, Purbalingga. Dari pengecekan di travel online, tak ada penjualan tiket penerbangan dari atau ke bandara tersebut.
Bandaranya sendiri memang tetap beroperasi, seperti kata VP Corporate Communication PT Angkasa Pura II (Persero), Yado Yarismano. "Untuk bandara kami masih beroperasi mas. Untuk maskapai mungkin bisa dikonfirmasi ke teman-teman maskapainya ya," kata Yado kepada kumparan, 24 Oktober 2021 lalu.
Seorang penumpang menunggu di depan pintu terminal keberangkatan Bandara Jenderal Besar Soedirman (JBS), Purbalingga, Jawa Tengah, Kamis (3/6). Foto: Idhad Zakaria/ANTARA FOTO
Sementara merespons tidak dijualnya tiket penerbangan Bandara Purbalingga, Dirut Citilink Indonesia menjawab diplomatis. "Citilink tidak melakukan penyetopan penerbangan ke Purbalingga, izin rute dan jadwal masih berlaku, yaitu setiap Kamis dan Sabtu dari Halim Perdanakusuma maupun Surabaya," ujar Juliandra Nurtjahjo menjawab kumparan.
ADVERTISEMENT
Informasi terbaru, pada 25 November 2021 Citilink baru membuka kembali rute penerbangan Jakarta-Purbalingga dan Surabaya-Purbalingga dengan jadwal 2 kali dalam seminggu.

Bandara Kertajati

Sejak awal pandemi pada Maret 2020, sudah tak ada penerbangan komersial di Bandara Kertajati, Majalengka. Di awal 2021 ini, bandara tersebut mulai melayani penerbangan kargo.
Menurut Direktur Utama PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB), Salahudin Rafi, potensi penumpang di Bandara Kertajati sebenarnya cukup besar.
Bandara Kertajati di Majalengka Foto: Shutter Stock
Hanya saja, akses khususnya dari Kota Bandung masih belum terjangkau. Ia merasa permasalahan itu bisa selesai kalau Tol Cisumdawu sudah beroperasi.
"Jadi sambil menunggu Tol Cisumdawu beroperasi yang hari ini sedang dikejar sampai akhir tahun, nanti awal tahun 2022 beroperasi. Itu mempercepat akses dari Kota Bandung ke Kertajati hanya 45 menit lewat tol," tutur Salahudin kepada kumparan, 31 Januari 2021 lalu.
ADVERTISEMENT

Di Tengah Sepi Penumpang, Jokowi Resmikan Bandara Baru

Sepinya penumpang pesawat tidak membuat Presiden Jokowi berhenti membangun Bandara baru di 2021. Terbaru, Jokowi meresmikan Bandar Udara Ngloram yang terletak di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, pada Jumat (17/12). Selain itu, Bandara Tebelian di Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat juga telah diresmikan Jokowi pada Rabu (8/12).
Bandara Ngloram, Jawa Tengah. Foto: Kemenhub RI
Tak hanya Bandara, Jokowi meresmikan Proyek Nindya Karya Gedung Terminal Bandara Mopah pada Minggu (3/10). Bandara Mopah merupakan bandara kelas I dengan luas gedung terminal sekitar 3624 m², yang berlokasi di Rimba Jaya, Kecamatan Merauke, Kabupaten Merauke, Papua. Terminal Bandar Udara Kuabang, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, juga telah diresmikan Jokowi pada Rabu (24/3).
ADVERTISEMENT

Bandara Sepi, Bagaimana Prospeknya?

Pengamat Penerbangan Arista Atmaji mengaku tidak heran jika masih ada Bandara yang dibangun Jokowi masih sepi. Ia mencontohkan Bandara YIA masih sepi penumpang karena memang baru diresmikan belum sampai 2 tahun ditambah adanya pandemi COVID-19.
YIA yang berlokasi di Kulon Progo memang baru diresmikan Presiden Jokowi di tengah situasi pandemi, yakni Agustus 2020. Arista percaya dalam jangka panjang YIA bakal memberi keuntungan.
"Itu kalau secara teori dagang, teori ekonomi enggak bisa airport segede itu nggak bisa bakalan balik (modal) dalam waktu dua tahun, apalagi plus pandemi, taruhlah pandemi dia dua tahun enggak bisa ngapa-ngapain," kata Arista saat dihubungi kumparan, Senin (6/12).
Arista menegaskan belum bisa bandara dalam dua tahun langsung mendapatkan keuntungan. Sehingga diperlukan waktu untuk YIA bisa bergerak dan ramai penumpang.
ADVERTISEMENT
Arista percaya YIA bakal ramai penumpang dalam jangka panjang. Sebab, kata Arista, Yogya merupakan wilayah pariwisata yang juga ramai didatangi turis mancanegara.

Jokowi Diminta Setop Bangun Bandara Baru, Lebih Baik Rawat yang Sudah Ada

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan perbaikan di Bandara Halimperdanakusuma karena landasan pacu sudah tidak mulus. Momentum perbaikan Bandara Halimperdanakusuma sebaiknya diikuti untuk bandara lainnya di Indonesia. Arista mengatakan dibanding membuat bandara baru, lebih baik mengoptimalkan bandara lama yang sudah ada.
"Sebaiknya stop dulu bangun atau upgrade bandara-bandara baru. Optimalkan rawat bandara yang ada dulu sambil lihat tren pemulihan pergerakan penumpang tahun 2022,” ungkap Arista.
Arista mengakui saat ini pergerakan penumpang pesawat masih belum begitu ramai karena dampak pandemi COVID-19. Ia berharap pemerintah juga memperhatikan nasib bandara khususnya yang di luar Jawa.
ADVERTISEMENT