Kumparan Logo

Bandara Kertajati hingga Adisutjipto Diusulkan Tutup Sementara

kumparanBISNISverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana di kawasan Bandara Kertajati. Foto: Putri Sarah Arifira & Helmi Afandi Abdullah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana di kawasan Bandara Kertajati. Foto: Putri Sarah Arifira & Helmi Afandi Abdullah/kumparan

Lesunya aktivitas penerbangan akibat pandemi virus corona tak hanya berdampak pada perekonomian maskapai, namun juga membuat bisnis bandara kehilangan pendapatan.

Sejak pandemi COVID-19 merebak, mobilitas orang menggunakan transportasi udara berkurang hingga 90 persen. Apalagi sebelumnya pemerintah juga melakukan pembatasan transportasi hingga larangan perjalanan dinas.

Atas pertimbangan kondisi tersebut, pengamat kebijakan publik, Agus Pambagio, menyarankan agar pemerintah menutup operasional bandara yang notabene berdekatan. Upaya tersebut dilakukan agar beban operasional tak semakin besar.

"Sebaiknya segera diputuskan langkah yang extra ordinary selama pandemi Covid-19 untuk mengurangi kerugian pengelola bandara. Misalnya, bandara yang berdekatan seperti Bandara Ahmad Yani Semarang, YIA, Adisutjipto dan Adi Sumarmo, tidak dioperasikan semua hingga situasi normal," ujar Agus kepada kumparan, Minggu (19/7).

Pengemudi taksi berada di lobi Bandara Adisutjipto saat tutup di Maguwo, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (24/4/2020). Foto: Antara/Hendra Nurdiyansyah

Ia menilai, dari beberapa bandara yang berdekatan tersebut, cukup salah satunya saja yang dioperasikan. Hal itu mengingat okupansi penumpang yang juga tak melebihi 15 persen.

Selain itu, ia juga menyarankan agar bandara seperti Bandara Kertajati yang belum mempunyai akses memadai untuk ditutup. Begitu pula dengan bandara yang masih dalam proses pembangunan, seperti Bandara Kediri dan Bandara Makassar agar dihentikan dulu.

"Yang mempunyai lebih dari satu terminal dan landasan, seperti Juanda Surabaya dan Cengkareng, gunakan satu landasan saja. Penghematan perlu dilakukan untuk bisa bertahan melayani konsumen dengan aman," pungkasnya.