Bisnis
·
28 Maret 2020 17:32

Bandara Pindah ke Kulon Progo, Adisutjipto Hanya Layani Pesawat Baling-baling

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Bandara Pindah ke Kulon Progo, Adisutjipto Hanya Layani Pesawat Baling-baling (393984)
Anggota TNI membantu petugas Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta melakukan disinfeksi di terminal dan fasilitas bandara. Foto: Dok. Angkasa Pura I
PT Angkasa Pura I (Persero) akan memindahkan mayoritas penerbangan dari Bandara Adisutjipto ke Bandar Udara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo.
ADVERTISEMENT
Direktur Utama AP I Faik Fahmi mengatakan, Bandara Adisutjipto nantinya hanya akan melayani penerbangan pesawat propeller atau baling-baling.
“Bandara di Adisucipto tetap operasikan tapi operasinya menggunakan pesawat baling-baling (jarak dekat),” katanya dalam konferensi pers melalui video streaming, Sabtu (28/3).
Faik menambahkan, kedepan Bandara Adisutjipto masih tetap di bawah pengelolaan AP I. Faiq pun mengungkapkan sejauh ini, Bandara Adisucipto melayani 29 pergerakan pesawat baling-baling.
Beberapa perusahaan maskapai yang melakukan penerbangan yaitu Citilink, Trans Nusa dan Wings Air. “Direfleksikan ke penumpang 2.000 penumpang per hari,” katanya.
Bandara Pindah ke Kulon Progo, Adisutjipto Hanya Layani Pesawat Baling-baling (393985)
Pesawat propeller ATR 72-600 dari maskapai penerbangan nasional Indonesia Garuda. Foto: Adek Berry / AFP
Rencananya, terdapat 54 penerbangan yang dipindah dari Bandara Adisutjipto ke Bandara Kulon Progo, terdiri dari 48 penerbangan domestik dan 6 jadwal penerbangan internasional rute Malaysia dan Singapura.
ADVERTISEMENT
“Kepindahan seluruh penerbangan dari Bandara Adisutjipto di tengah situasi seperti saat ini juga merupakan solusi untuk mengurangi risiko penularan virus corona di tengah padatnya penumpang dan sempitnya ruang untuk menerapkan konsep social distancing dengan maksimal di Bandara Adisutjipto,” ujarnya.
Memiliki terminal penumpang seluas 219.000 meter persegi, Bandara Kulon Progo dapat menampung hingga 20 juta penumpang per tahun atau 11 kali lebih besar dari Bandara Adisutjipto yang hanya dapat menampung 1,8 juta penumpang per tahun.