Bandara Riyadh Ditutup, Penerbangan Langsung RI ke Doha hingga Oman Masih Normal

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan penerbangan langsung dari Indonesia ke sejumlah negara masih beroperasi normal di tengah perpanjangan penutupan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi.
Kemenhub terus memantau perkembangan informasi dari Otoritas Penerbangan Sipil Arab (GACA) dan dampak insiden keamanan terhadap operasional penerbangan internasional, khususnya penerbangan transit yang terhubung dengan Indonesia.
Berdasarkan pemantauan operasional maskapai per 13 Oktober 2026, sejumlah penerbangan transit yang terhubung dengan Riyadh mengalami pembatalan, penyesuaian rute, maupun pengaturan ulang perjalanan penumpang. Namun, penerbangan langsung dari Indonesia ke sejumlah negara yang tercantum dalam pemantauan masih beroperasi normal.
“Penerbangan langsung dari Indonesia ke beberapa negara seperti Doha, India, Dubai, Abu Dhabi, Manila, Srilanka, Istanbul, Ethiopia, Oman yang tercantum dalam laporan masih beroperasi normal,” kata Lukman dalam keterangannya, Selasa (13/10).
Minta Penumpang Terus Koordinasi dengan Maskapai
Lukman juga mengimbau masyarakat Indonesia, khususnya calon penumpang yang memiliki rencana perjalanan menuju maupun dari Arab Saudi, untuk memantau informasi resmi dari otoritas penerbangan setempat.
Penumpang juga diminta berkoordinasi dengan maskapai terkait status penerbangan dan kemungkinan perubahan jadwal.
Bagi penumpang yang terdampak pembatalan atau perubahan jadwal penerbangan, Kemenhub mengimbau agar menghubungi maskapai masing-masing untuk memperoleh informasi mengenai penjadwalan ulang maupun ketentuan layanan yang berlaku.
Maskapai juga diminta memenuhi hak-hak penumpang, termasuk reschedule, refund, atau rerouting sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Bagi penumpang yang terdampak pembatalan atau perubahan jadwal penerbangan, diimbau untuk menghubungi maskapai masing-masing guna memperoleh informasi mengenai penjadwalan ulang maupun ketentuan layanan sesuai dengan kebijakan yang berlaku dan meminta agar maskapai untuk memenuhi hak-hak penumpang (Reschedule, refund, atau rerouting) sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelas Lukman.
Sementara itu, sejumlah maskapai internasional melakukan penyesuaian layanan penerbangan menuju dan dari Riyadh. Qatar Airways membatalkan sejumlah penerbangan rute Doha-Riyadh dan sebaliknya pada 9-17 Oktober 2026, dengan pengalihan penumpang melalui sejumlah kota alternatif di Arab Saudi.
Emirates juga membatalkan sejumlah penerbangan menuju dan dari Riyadh. Maskapai lainnya menerapkan penyesuaian koneksi, pengalihan rute, pembatalan penerbangan, maupun penghentian sementara layanan menuju Riyadh.
