Bangun Budi Daya Ikan Nila di Danau Toba, JPFA Rogoh Rp 350 Miliar

Anak usaha PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT Suri Tani Pemuka, sejak 2012 membangun keramba jaring apung budi daya ikan tilapia atau nila di sekitar Danau Toba, serta pabrik pendukung di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.
Government Relations Manager Japfa Andi Trapsilo menyampaikan bahwa jumlah investasi yang digelontorkan pihaknya sejak 2012 hingga 2018 mencapai Rp 350 miliar. Sementara jumlah karyawan PT Suri Tani Pemuka hingga saat ini mencapai 1.800 orang.
"Jumlah investasi Rp 350 miliar hingga 2018, jumlah karyawan 1.800 orang," ujarnya saat ditemui di Pabrik Processing PT Suri Tani Pemuka, Simalungun, Sumatera Utara, Jumat (18/1).
Dia menjelaskan, anggaran investasi itu dipakai untuk membangun keramba jaring apung di Danau Toba, pabrik hatchery untuk memproduksi bibit ikan di Tanah Jawa, dan pabrik processing ikan dari keramba jaring apung di Janggir Leto Simalungun.

"Kami juga melakukan sosialisasi praktik budi daya ikan mulai 2016 dengan target pembudi daya ikan lokal, pemberdayaan UMKM, pemanfaatan produk sampingan ikan," kata Andi.
Menurut dia, Japfa berinvestasi di wilayah ini karena pada periode 2010-2011, Pemerintah Kabupaten Simalungun meminta pihaknya untuk berinvestasi. Japfa diberi izin operasi keramba jaring apung di 3 lokasi yang ada di Danau Toba.
"Ada di Tambun Raya, Sipolha, dan Tigaras di Danau Toba. (Sekarang baru) mengoperasikan 1 keramba jaring apung karena produksi bibit ikan masih terbatas," ucapnya.
Di tahun 2018, jumlah ikan nila dari Danau Toba yang diekspor ke Eropa dan Amerika Serikat seberat 4.000 ton dengan nilai USD 12 juta. Ditargetkan pada tahun ini, ikan yang diekspor dapat mencapai 10.000 ton dengan nilai USD 25 juta.
