Kumparan Logo

Bangun Pelabuhan, Pelindo III Terbitkan Global Bond Rp 13,5 T

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Pelabuhan. (Foto: Antara/Ahmad Subaidi)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pelabuhan. (Foto: Antara/Ahmad Subaidi)

Salah satu BUMN di bidang jasa kepelabuhan, PT Pelindo III (Persero), akan menerbitkan global bond tahun depan. Total dana yang akan digalang ke publik mencapai USD 1 miliar atau sekitar Rp 13,5 triliun.

Rencana itu dilakukan karena tahun depan Pelindo III tengah dan akan mengerjakan belasan proyek pelabuhan sehingga membutuhkan kucuran dana besar.

"Jumlah besaran belum pasti, tapi maksimumnya up to 1 billion atau sekitar Rp 13,5 triliun," kata Direktur Utama Pelindo III, Ari Askhara Danadiputra, di ANZ Tower, Jakarta, Kamis (14/12).

Untuk melakukan eksplorasi bentuk pendanaan ini, Pelindo III mengajak beberapa advisor, salah satunya Mandiri Sekuritas.

Keputusan Pelindo III mengajak Mandiri Sekuritas karena dianggap punya kemampuan sekelas global banking. Selain Mandiri Sekuritas, ada 2 pihak asing yang akan diajak tapi Ari enggan menyebutkan.

"Selain sinergi BUMN, bila nanti diputuskan untuk global bond, kita percaya Mandiri Sekuritas levelnya seperti global banking," katanya.

Untuk waktu penerbitan global bond-nya, Ari mengaku belum memutuskan. Sejauh ini, Pelindo III masih terus memantau perkembangan pasar modal global untuk waktu penggalangan yang tepat.

"Masih memantau waktu yang tepat baik dalam mata yang asing atau rupiah," lanjutnya.

Pelindo III mengaku membutuhkan dana untuk mengerjakan belasan proyek itu pada semester satu tahun depan. "Capex-nya sebesar Rp 7,8 triliun untuk 2018-2019. Kita butuhnya di semester satu tahun depan," katanya.

Adapun belasan proyek yang dimaksud Pelindo III itu adalah beberapa proyek strategis yang digarapnya sendiri dan ada yang bersama pemerintah.

Proyek strategis itu di antaranya pembangunan kawasan ekonomi terintegrasi di Gresik dan Kotabaru, Terminal Kalibaru, Terminal Gilimas, Pelabuhan Tanjung Perak, Terminal Teluk Lamong, Terminal Peti Kemas Semarang, Pelabuhan Banjarmasin, Pelabuhan Tenau Kupang dan Celuka Bawang Bali, Pelabuhan Sampit, Pelabuhan Gresik, dan Pelabuhan Tegal.

"Di antaranya Pelabuhan Gilimas butuh dan sekitar Rp 400 miliar dan Pelabuhan Sampit sekitar Rp 250 miliar," katanya.