Bangun ‘Zona Masa Depan’, Saudi Teken Kontrak USD 500 Miliar

Kerajaan Arab Saudi meneken kontrak perdana untuk proyek pengembangan ‘Zona Masa Depan’ di wilayah barat laut negara itu. Kontrak awal yang ditandatangani untuk proyek yang disebut ‘NEOM’ ini, bernilai USD 500 miliar atau dengan kurs saat ini setara Rp 6.809 triliun.
NEOM merupakan singkatan dari Neo-Mustaqbal. Neo diambil dari kata ‘New’ yang berarti baru. Sedangkan ‘mustaqbal’ diambil dari bahasa Arab yang berarti ‘masa depan’. NEOM adalah mega proyek ‘Masa Depan Baru’ Arab Saudi.
Konsep ini merupakan bagian dari reformasi ekonomi yang digagas Putera Mahkota Pangeran Mohammad bin Salman (MBS). Dengan proyek baru ini, Arab Saudi berharap tidak hanya menggantungkan pendapatannya hanya dari bisnis minyak dan gas, tapi juga dari investasi dalam negeri dan asing.

Dikutip dari Reuters, kontrak perdana itu diteken bersama perusahaan konstruksi lokal yakni Saudi Binladin Group. Kontrak tersebut untuk membangun lima istana di ‘Zona Masa Depan’. NEOM menempati area seluas 26.500 km persegi, dengan lokasi sekitar 150 km dari Kota Tabuk.
Mengutip sebuah sumber yang tak mau dingkap identitasnya, Reuters menyebut menyusul penandatanganan kontrak itu, bank mulai menawarkan fasilitas pembiayaan kepada kontraktor. Namun sumber tak mengungkapkan besaran kredit yang ditawarkan.
Dokumen desain proyek yang dilihat oleh Reuters, menunjukkan bangunan mewah dengan arsitektur modern bergaya Maroko. Kompleks istana akan dilengkapi helipad, marina dan lapangan golf.

MBS berharap, NEOM menarik minat investor dalam dan luar negeri untuk membangun infrastruktur di berbagai bidang, seperti energi, air, bioteknologi, makanan, manufaktur, dan pariwisata.
Beberapa perusahaan, termasuk Softbank Jepang, mengatakan bahwa mereka siap untuk berinvestasi di NEOM. Namun berapa besar dana yang akan ditanamkan dan sektor apa yang akan dibangun, belum diungkapkan.
