Banjir Rendam Sumut, PLN Amankan Operasi PLTU Labuhan Angin & Pangkalan Susu
·waktu baca 2 menit

PLN Indonesia Power (PLN IP) memastikan pasokan listrik di Sumatra Utara tetap andal meski wilayah tersebut dilanda banjir. Direktur Utama PLN IP Bernadus Sudarmanta mengatakan PLTU Labuhan Angin dan PLTU Pangkalan Susu tetap aman, serta memberikan dukungan bagi warga dan pegawai terdampak.
Banjir yang merendam Sumatra Utara berdampak pada pemukiman warga dan lingkungan di sekitar pembangkit listrik, sehingga memerlukan penanganan cepat untuk menjaga keandalan pasokan listrik Sumatra Utara. Menyikapi kondisi ini, PLN Indonesia Power bergerak sigap memastikan sistem kelistrikan tetap stabil sekaligus menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang terdampak bencana.
“Di saat masyarakat membutuhkan terang, teman-teman di sini memilih tetap berdiri di garis depan. Dalam kondisi banjir sekalipun, mereka memastikan listrik tidak padam. Itu bukan hanya tugas, itu keberanian dan ketulusan untuk melayani,” ujar Bernadus dalam keterangan resminya, Minggu (7/12).
Selain Labuhan Angin, Bernadus juga melanjutkan peninjauan ke UBP Pangkalan Susu di Kabupaten Langkat untuk memastikan seluruh aset pembangkitan di kawasan utara Sumatra berada dalam kondisi aman dan siap mendukung keandalan pasokan listrik. Kunjungan ini menegaskan kesiapan PLN Indonesia Power dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan di dua titik strategis tersebut.
Dalam tinjauannya, Bernadus mengapresiasi ketangguhan para pegawai yang tetap bertugas di lapangan meski situasi penuh keterbatasan.
Pada kesempatan ini, PLN IP menyalurkan lebih dari 1.000 paket bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang terdampak banjir di Sumatra Utara. Bantuan berupa paket sembako, kebutuhan pangan, dan obat-obatan disalurkan melalui koordinasi dengan perangkat daerah agar tepat sasaran dan sesuai kebutuhan di lapangan.
Penyaluran bantuan ini dilakukan bekerja sama dengan Laz An Nur, Persatuan Pegawai (PP) PLN IP, dan Srikandi PLN IP sehingga dukungan yang diberikan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat maupun pegawai yang terdampak bencana.
