1 Ramadhan 1446 HSabtu, 01 Maret 2025
Jakarta
chevron-down
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45

Bank Besar Eropa, Credit Suisse, di Ambang Kebangkrutan: Arab Saudi Turun Tangan

16 Maret 2023 10:18 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
 Ilustrasi kantor Credit Suisse. Foto: AFP/Fabrice Coffrini
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kantor Credit Suisse. Foto: AFP/Fabrice Coffrini
ADVERTISEMENT
Menyusul kebangkrutan bank asal Amerika Serikat (AS), Silicon Valley Bank (SVB), kini salah satu bank terbesar di Eropa, Credit Suisse, dilanda masalah finansial. Pemegang saham terbesar Credit Suisse, yakni Saudi National Bank bersiap turun tangan, untuk mengatasi risiko bangkrut.
ADVERTISEMENT
Pada sepanjang 2022, bank terbesar kedua di Swiss itu membukukan kerugian bersih sebesar 7,3 miliar franc atau setara Rp 121 triliun. Masalah di Credit Suisse sudah mencuat sejak Oktober tahun lalu, saat bank tersebut meluncurkan program restrukturisasi besar-besaran.
Memburuknya kinerja keuangan Credit Suisse, membuat investor ramai-ramai melepas sahamnya. Pada perdagangan Rabu (15/3), bank yang telah berdiri lebih dari satu setengah abad itu (didirikan pada 1856), kehilangan seperempat valuasinya. Kemarin saham Credit Suisse diperdagangkan di kisaran 1,70 franc (turun 24 persen).
Harga itu juga jauh di bawah posisi tertingginya di sepanjang 2023 pada harga 3,35 franc.

Investor Arab hingga Bank Sentral Swiss Turun Tangan

Perusahaan finansial Arab Saudi, Saudi National Bank (SNB) yang merupakan pemegang saham terbesar Credit Suisse, sebenarnya sudah siap untuk mengucurkan dana membantu likuiditas bank tersebut. Hanya saja langkah itu akan membuat SNB menguasai lebih dari 10 persen saham Credit Suisse yang dilarang oleh regulasi.
ADVERTISEMENT
Untuk mencegah kebangkrutan bank yang telah beroperasi secara global tersebut, Pemerintah Swiss dikabarkan mendapat tekanan agar membantu program penyelamatan.
Bank Sentral Swiss, yakni Swiss National Bank (SNB) pun menyiapkan pinjaman kepada Credit Suisse sebesar USD 53,7 miliar atau hampir Rp 827 triliun. "Likuiditas tambahan ini akan memperbaiki keuangan Credit Suisse dan debitur mereka," tulis Swiss Sentral Bank seperti dilansir CNN, Kamis (16/3).