Bank DBS Perkirakan Resesi Global Terjadi Sementara dan Tidak Mendalam
·waktu baca 2 menit

Bank DBS memperkirakan ancaman resesi ekonomi dunia di tahun 2023 bersifat sementara. Chief Investment Officer Bank DBS Hou Wey Fook mengatakan potensi resesi tersebut juga diprediksi tidak berlangsung dalam waktu yang lama.
“Akan terjadi slowdown (ekonomi), kemungkinan resesi tapi dalam waktu singkat. Dengan underlying fundamental, kita tidak melihat masalah resesi akan dalam dan waktu yang panjang,” ujar Hou dalam DBS CIO Insight 4Q22 virtual, Kamis (13/10).
Hou mengatakan keyakinan itu mengacu pada tingkat konsumsi masyarakat dunia yang relatif baik. Bahkan, daya beli masyarakat di negara maju yang inflasinya tinggi seperti Amerika Serikat masih terjaga.
“Neraca tingkat konsumen AS masih sangat sehat, dan total utang sebetulnya tidak tinggi,” kata Hou.
Mengutip laporan DBS CIO Insight, skenario yang kemungkinan akan terjadi adalah resesi yang ringan. Kekhawatiran resesi ini menjadi sentimen utama bagi investor tahun 2022, walaupun tidak mengejutkan seiring tantangan makro yang masif di ranah global.
“Kami percaya akan resesi yang ringan, ditandai anjloknya pendapatan perusahaan sebesar 6 persen mencerminkan situasi saat ini,” tulis ekonom Bank DBS.
Ekonom DBS memproyeksi kebijakan ekonomi di Amerika Serikat (AS) dikendalikan sehingga AS bisa keluar dari resesi teknis pada kuartal 3 tahun ini. Sebaliknya, pertumbuhan Uni Eropa akan berubah drastis menjadi negatif di kuartal 4 mendatang, ditandai Rusia mengurangi suplai gas pada musim dingin.
“Inggris diproyeksikan memasuki resesi mulai kuartal 4 tahun 2022. Beberapa bank sentral utama, seperti Bank Sentral Eropa dan Bank Kanada bergabung dengan The Fed untuk melindungi mata uang mereka terhadap Dolar AS yang menguat,” ujarnya.
