Bank DBS Sebut Ekonomi ASEAN Diuntungkan karena Ekspor Komoditas, Termasuk RI
·waktu baca 2 menit

Bank DBS mencermati ekonomi Asia Tenggara (ASEAN) akan diuntungkan oleh ramainya aktivitas masyarakat setelah pembatasan akibat COVID-19 dicabut. Ekonomi ASEAN mengalami pemulihan dengan Produk Domestik Bruto (PDB) tercatat sebesar 4,7 persen, berbeda dengan Asia Utara sebesar 1,4 persen.
Chief Investment Officer DBS Bank Hou Wey Fook mengungkapkan, kinerja ASEAN tetap positif di atas rata-rata, ditandai dengan pembukaan aktivitas industri seperti industri perhotelan, makanan dan minuman, penerbangan, kesehatan, dan layanan pariwisata yang pulih secara kuat. Kinerja ASEAN juga didukung dengan penerbangan global dimulai kembali.
“Negara ASEAN tertentu juga ditopang oleh inflasi, karena mereka adalah negara eksportir komoditas. Indonesia adalah contoh utama karena memasok energi batu bara dan gas alam, serta komoditas pangan lain seperti minyak sawit dan logam ke seluruh dunia,” ujar Hou Wey dalam CIO Insights 4Q22 Investment Outlook virtual, Kamis (13/10).
Sawit dan batu bara adalah komoditas andalan Indonesia selama ini yang memberikan banyak pendapatan ke kas negara.
Bank DBS menaruh rekomendasi overweight pada saham Asia kecuali Jepang. Ia memperkirakan ekonomi global akan dipengaruhi oleh pengetatan kebijakan moneter dan fiskal.
Hou Wey memprediksi komoditas pangan akan mengalami pertumbuhan kinerja yang baik dalam jangka panjang karena permintaan akan meningkat, meskipun pasokan semakin terbatas akibat pemanasan global dan berkurangnya lahan pertanian.
“Risiko utang terbesar terjadi di negara yang ekonominya paling berpengaruh, dengan dampak kenaikan suku bunga dan diperparah lonjakan utang di seluruh dunia,” katanya.
Hou Wey mengungkapkan, melonjaknya suku bunga dapat menyebabkan risiko nilai utang lebih tinggi dari sisi ekuitas, tantangan dalam mengantongi modal, dan naiknya potensi gagal bayar.
“Penguatan dolar AS tetap berlangsung karena The Fed tanpa henti tetap mengendalikan inflasi. Kurs US akan tetap tinggi dalam waktu yang lama karena ekonomi yang tangguh,” pungkasnya.
