Kumparan Logo

Bank DKI dan BI Luncurkan JakOne Abank, Permudah Pedagang Bertransaksi Digital

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bank DKI luncurkan JakOne Abank untuk perluas akseptansi pembayaran digital, Kamis (25/11). Foto: Bank DKI
zoom-in-whitePerbesar
Bank DKI luncurkan JakOne Abank untuk perluas akseptansi pembayaran digital, Kamis (25/11). Foto: Bank DKI

Bank DKI meluncurkan JakOne Abank, layanan perbankan untuk mempermudah pedagang di Jakarta dalam bertransaksi secara digital. Pasar Santa di Jakarta Selatan menjadi proyek percontohan digitalisasi pasar melalui program SIAP QRIS yang diusung bersama Bank Indonesia yang dilakukan hari ini, Kamis (25/11).

Direktur Utama Bank DKI, Fidri Arnaldy, mengatakan JakOne Abank merupakan layanan perbankan tanpa kantor di mana Bank DKI hadir melalui Agen dengan menggunakan perangkat Mobile Point of Sale (MPOS) untuk pembayaran pajak dan retribusi, pembayaran tagihan.

Dengan menjadi JakOne Abank, nasabah atau pedagang yang menjadi Agen dapat melayani berbagai transaksi perbankan dari masyarakat dan mendapatkan komisi dari setiap transaksi.

“Bank DKI terus berinovasi melalui JakOne Abank, kita akan bersinergi dengan semua pasar yang dikelola oleh Pasar Jaya. UMKM harus melakukan digitalisasi dan Bank DKI siap mendukung," katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (25/11).

Dia berharap JakOne Abank yang didukung SIAP QRIS ini dapat menghadirkan manfaat bagi kita semua terutama bagi pelaku UMKM, serta warga masyarakat yang semakin dimudahkan untuk bertransaksi di pasar melalui layanan perbankan digital dan merupakan aplikasi Smart City 4.0 Jakarta sebagai Kota Berkolaborasi.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, mengatakan sejalan dengan digitalisasi di berbagai sektor, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyambut baik kolaborasi Bank Indonesia dengan Bank DKI dan Perumda Pasar Jaya dalam rangka peluncuran JakOne Abank dan SIAP QRIS sebagai perekat yang mendukung digitalisasi pasar dan perwujudan Jakarta Smart City 4.0.

Ilustrasi Bank DKI. Foto: ANTARA FOTO/HO/Hamid

Pada hari ini JakOne Abank dan SIAP QRIS mulai dapat digunakan dalam transaksi jual beli di Pasar Santa yang dikelola Perumda Pasar Jaya melalui pemanfaatan JakOne Abank dan SIAP QRIS oleh para pedagang pasar.

"Harapannya, bisa turut mendukung program percepatan akses keuangan daerah melalui digitalisasi keuangan," ucap Riza.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Onny Widjanarko, menuturkan berkat kolaborasi yang baik, indeks elektronifikasi transaksi pemerintah Provinsi DKI Jakarta berhasil mencatatkan 90 persen atau yang tertinggi di Indonesia.

BI mengapresiasi Bank DKI dan Perumda Pasar Jaya yang telah memiliki semangat tinggi untuk mendigitalisasikan pembayaran kepada para pedagang di pasar Santa.

Di Pasar Santa saat ini, terdapat 1.151 kios, dan saat ini jumlah pedagang yang aktif sebanyak 510 pedagang yang dapat menjadi potensi untuk digitalisasi pasar melalui JakOne Abank. Tercatat sebanyak 463 pedagang telah membuka rekening di Bank DKI, dan sebanyak 259 telah menjadi merchant QRIS JakOne Mobile. Selain itu juga terdapat 374 Kios yang melakukan pembayaran Biaya Pengelolaan Pasar (BPP) menggunakan autodebet melalui Cash Management System (CMS) ataupun JakOne Bills Bank DKI.

Per Oktober 2021, Bank DKI telah memiliki 17 ribu merchant yang telah bergabung dengan layanan QRIS JakOne Mobile Bank DKI, dengan jumlah transaksi sebanyak 874 ribu dengan nominal transaksi mencapai Rp 20 miliar. Pencapaian ini, menunjukkan tren digitalisasi transaksi ekonomi dan keuangan digital yang semakin meningkat.

Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, Kepala Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia DKI Jakarta, Onny Widjanarko, Deputi Direktur Pengawasan Perbankan 3 dan Perizinan Otoritas Jasa Keuangan, Herlina Tampubolon, Direktur Utama PT Bank DKI, Fidri Arnaldy, Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Arief Nasrudin, Walikota Administrasi Jakarta Selatan, Munjirin, Kepala Dinas PPKUKM, Elisabeth Ratu Rante Allo, Wakil Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Chaidir dan Ketua Umum Kadin Jakarta Selatan, Akhmad Lafranta di Jakarta, (25/11).