Bank Indonesia Beli SBN Rp 147,59 Triliun hingga Juli 2025
·waktu baca 2 menit

Bank Indonesia melaporkan selama 2025 (hingga Juli 2025) telah membeli Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp 147,59 triliun, untuk memperkuat stabilitas rupiah dan ekonomi nasional.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengatakan pembelian SBN melalui pasar sekunder tercatat senilai Rp 104,71 triliun dan pasar primer dalam bentuk Surat Perbendaharaan Negara (SPN) termasuk syariah, sebesar Rp42,88 triliun.
"Pembelian SBN oleh BI ini mencerminkan eratnya sinergi kebijakan moneter dengan kebijakan fiskal Pemerintah," kata Perry dalam konferensi pers KSSK di Kantor LPS, Senin (28/7).
Perry mengatakan untuk stabilisasi nilai tukar Rupiah bank sentral juga melakukan intervensi transaksi NonDeliverable Forward (NDF) di pasar luar negeri, serta transaksi spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik.
"BI juga terus memperkuat strategi operasi moneter pro-market guna mendukung transmisi penurunan suku bunga dan menjaga daya tarik portofolio asing," katanya.
Adapun langkah-langkah tersebut meliputi pengelolaan struktur suku bunga instrumen moneter dan swap valas, optimalisasi instrumen moneter pro-market (SRBI, SVBI, SUVBI), serta lelang SRBI dan pembelian SBN di pasar sekunder untuk menjaga likuiditas.
Selain penguatan strategi transaksi term-repo dan swap valas, dan penguatan peran dealer utama dalam mendorong transaksi SRBI dan transaksi repurchase agreement (repo) antarpelaku pasar.
"Total posisi instrumen SRBI hingga 23 Juli 2025 tercatat sebesar Rp 754,10 triliun, menurun dari Rp 923,53 triliun pada awal Januari 2025, sehingga mendukung ekspansi likuiditas kebijakan moneter," ujarnya.
