Kumparan Logo

Bank Indonesia Buka Suara soal Rupiah Melemah ke Rp 17.105 per Dolar AS

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pekerja berjalan di kawasan Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (3/9/2025). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Pekerja berjalan di kawasan Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (3/9/2025). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO

Bank Indonesia (BI) buka suara soal pelemahan rupiah yang terjadi pada hari ini. Mengacu data Bloomberg, rupiah ditutup melemah 70 poin atau 0,41 persen ke level Rp 17.105 per dolar AS pada perdagangan Selasa (7/4).

Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, mengatakan stabilitas moneter menjadi prioritas utama di tengah ketidakpastian global. Dia menyebut, BI akan mengoptimalkan pemanfaatan seluruh instrumen operasi moneter untuk menjaga stabilitas rupiah.

“BI akan mengoptimalkan pemanfaatan seluruh instrumen operasi moneter yang dimiliki dan juga kebijakan operasi moneter untuk menjaga stabilitas nilai tukar,” kata Destry dalam keterangan resminya, Selasa (7/4).

Destry memastikan, BI secara konsisten dan terukur akan selalu berada di pasar uang. Baik di spot market, DNDF maupun NDF di offshore market.

Di samping itu, Destry mengatakan, dampak Perang Timur Tengah bersifat dua arah. Menurutnya, kenaikan harga komoditas serta posisi Indonesia sebagai negara eksportir mampu memberikan efek positif bagi perekonomian domestik.

“Kenaikan harga komoditas dan posisi Indonesia sebagai negara eksportir dapat memberikan efek positif bagi perekonomian kita. Sehingga dapat mengimbangi tekanan terhadap nilai tukar akibat eskalasi tersebut,” tegasnya.

instagram embed