Bank Indonesia Kantongi USD 1,9 M Devisa Hasil Ekspor SDA di Oktober 2023

19 Oktober 2023 20:45 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Bank Indonesia berhasil mengantongi USD 1,9 miliar Term Deposit (TD) valas Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam (SDA). Angka tersebut meningkat usai pemerintah memberlakukan PP Nomor 36 Tahun 2023.
ADVERTISEMENT
"TD DHE dari angka berlanjut peningkatannya. Posisi sekarang di posisi sekitar USD 1,9 miliar. Bulan lalu cuma USD 1,3 miliar," kata Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti dalam konferensi pers di Kantor Pusat BI, Kamis (19/10).
Destry melanjutkan, jumlah perusahaan yang sudah menempatkan DHE juga bertambah. Mulanya hanya 50 sekarang menjadi 132.
"Jadi slow but sure memang meningkat jadi perlu kita optimalisasi nanti," ungkap Destry.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernyr BI Perry Warjiyo mengungkapkan angka tersebut hanyalah TD DHE yang diteruskan perbankan ke BI. Bukan akumulasi DHE SDA yang diparkir eksportir di Indonesia.
"Tapi kami sedang mengumpulkan data-data berapa DHE SDA ditaruh para eksportir ke rekening khusus maupun ke rekening lain karena penempatannya ada beberapa ada deposito valas bank, juga promissory note, dan segala macam," kata Perry.
ADVERTISEMENT
Petugas menunjukan uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing VIP (Valuta Inti Prima) Money Changer, Jakarta, Selasa (3/1/2023). Foto: Muhammad Adimaja/Antara Foto
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani menebar insentif pajak untuk eksportir yang memarkirkan devisa hasil ekspor (DHE) di dalam negeri. Tak hanya diberi insentif, eksportir juga akan diberikan status eksportir bereputasi baik.
"Ada fasilitas tambahan yaitu insentif perpajakan. Kemudian ada pemberian status eksportir sebagai eksportir bereputasi baik dan insentif lain yang dapat dikeluarkan K/L lain," Sri Mulyani dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Perekonomian, Jumat (28/7).
Bendahara negara tersebut menjelaskan, terdapat tiga jenis tenor yang akan diberikan pemerintah dalam penyimpanan DHE yakni 1 bulan, 3 bulan dan 6 bulan.
Jika eksportir memilih tenor 1 bulan, maka pemerintah akan memberikan diskon pajak penghasilan (PPh) atas bunga deposito dari semula 20 persen menjadi 10 persen. Kemudian, jika eksportir mengkonversi USD menjadi rupiah, pemerintah akan menurunkan kembali bunganya menjadi 7,5 persen.
ADVERTISEMENT
"Deposito 3 bulan, non DHE PPh bunga 20 persen, kalau DHE bunga PPh 7,5 persen. Bunga deposito kalau di konversi ke rupiah menjadi 5 persen," terang Menkeu.
Sementara untuk tenor 6 bulan, PPh atas bunga deposito menjadi 2,5 persen. Apabila bunga deposito dikonversi dalam bentuk rupiah, tidak dikenakan PPh bunga deposito.