Kumparan Logo

Bank Indonesia Sumbang 1.000 Tabung Oksigen ke Wisma Atlet hingga RS di DKI

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pekerja mengangkut tabung oksigen medis untuk didistribusikan kesejumlah Rumah Sakit di Kota Medan, Sumatera Utara, Senin (9/8).  Foto: Fransisco Carolio/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Pekerja mengangkut tabung oksigen medis untuk didistribusikan kesejumlah Rumah Sakit di Kota Medan, Sumatera Utara, Senin (9/8). Foto: Fransisco Carolio/ANTARA FOTO

Bank Indonesia (BI) menyumbang 1.000 tabung oksigen ke beberapa fasilitas kesehatan untuk kebutuhan pasien COVID-19. Rumah sakit yang menerima bantuan ini mulai dari RS Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, RS Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, RS Fatmawati, RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), dan sejumlah RSUD/ RSKD di wilayah DKI Jakarta.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan 1.000 unit tabung oksigen yang disumbangkan berukuran 6M3 beserta isi dan tiga unit Oksigen Generator (OG) beserta perlengkapannya. Bantuan ini diserahkan BI melalui Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertahanan, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Penyaluran bantuan dimaksud dilakukan secara bertahap. Dapat kami laporkan, pada hari Selasa-Kamis 3-5 Agustus 2021 telah dilakukan serah terima di lapangan berupa tabung oksigen kepada sejumlah rumah sakit. Sedangkan untuk Oksigen Generator saat ini sedang dalam proses produksi dan diperkirakan akan tiba di Indonesia pada 4 sampai 6 minggu ke depan," katanya dalam Seremonial Program Dedikasi Untuk Negeri secara daring, Senin (16/8).

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Foto: Dok. Departemen Komunikasi Bank Indonesia.

Perry mengatakan, total bantuan oksigen yang diberikan beserta isinya mencapai Rp 24,1 miliar. Program Dedikasi Untuk Negeri tahap selanjutnya akan dilakukan penyaluran bantuan kepada rumah sakit lapangan di bawah koordinasi TNI dan Polri serta pemberian bantuan untuk Rumah Sakit di daerah Jawa ,Bali, dan Kalimantan Tengah.

Selain bantuan oksigen, BI juga menyumbang bantuan untuk 3.310 UMKM yang terdampak pandemi hingga ada yang terkena PHK senilai Rp 26,1 miliar. BI juga memberikan beasiswa pendidikan ke ratusan lembaga bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Semoga seluruh bantuan yang diberikan oleh Bank Indonesia dapat bermanfaat untuk meringankan beban saudara-saudara kita dalam menghadapi dampak penyebaran COVID-19 serta mendukung penanganan pandemi ini," ujar Perry.