Kumparan Logo

Bank Jago Bantu Kembangkan UMKM Lewat Pengelolaan Keuangan Digital

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Head of Merchant Business Bank Jago, Vincent C. Soegianto dan Satria S. Alim, pemilik usaha Ratu Degan Indonesia, Selasa (27/6/2023). Foto: Nabil Jahja/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Head of Merchant Business Bank Jago, Vincent C. Soegianto dan Satria S. Alim, pemilik usaha Ratu Degan Indonesia, Selasa (27/6/2023). Foto: Nabil Jahja/kumparan

PT Bank Jago Tbk (ARTO) membuka akses bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk masuk ke dalam ekosistem digital lewat aplikasinya. Bank Jago melihat bahwa UMKM umumnya terkendala pengelolaan keuangan yang baik dalam pengembangan usaha.

Contoh tantangan yang dihadapi sehari-hari, antara lain memisahkan dana usaha dengan dana pribadi, rekonsiliasi hasil penjualan yang kerap terbagi di berbagai rekening bank yang berbeda, dan pengelolaan budget pengeluaran.

“Bank Jago senantiasa mendengarkan tantangan finansial yang dihadapi masyarakat, tak terkecuali di kalangan pelaku UMKM dan khususnya merchant di dalam ekosistem digital," kata Head of Merchant Business Bank Jago Vincent C. Soegianto pada Media Kitchen Tour di Pondok Indah, Jakarta Selatan, Selasa (27/6).

"Maka kami memperkenalkan Aplikasi Jago sebagai alat mengelola keuangan bisnis yang mudah dan bebas biaya,” sambungnya.

Sejak 2022, Bank Jago membuka akses bagi pengusaha UMKM berupa fasilitas seperti gratis biaya administrasi bulanan, gratis biaya transfer, gratis biaya tarik tunai di seluruh ATM, bunga simpanan yang kompetitif, dan yang paling penting adalah fasilitas penarikan hasil penjualan di hari yang sama (same day pay out) untuk nasabah terpilih.

Lewat mitra usaha GoBiz yang dimiliki Grup GoTo, Bank Jago menggaet mitra UMKM untuk membantu mereka mengelola keuangan usaha menggunakan fitur Kantong Jago. Fitur ini mempermudah pengaturan arus kas (cash flow) dan memisahkan keuangan pribadi dan usaha.

“Jadi 20 persen mitra usaha GoBiz itu usaha individu, UMKM, itu market yang memang kita bantu usahanya. Karena bisnis yang besar, sudah ada kan existing bank yang support mereka, makanya tidak selaras dengan yang kita lakukan. Bank Jago fokus bantu bisnis individu,” ujar Vincent.

Selain Kantong Jago, salah satu fitur yang sangat dihargai oleh UMKM mitra adalah bebas biaya transfer antar bank maksimal 100 transaksi per bulan. Vincent melihat bank-bank konvensional masih menarik biaya untuk setiap transaksi antar bank, dan ini sangat mempengaruhi pendapatan UMKM.

“Kalau bank-bank konvensional kan masih dikenakan biaya Rp 2.500 lah ya minimal, ini kita gratiskan,” tutupnya.