Kumparan Logo

Bank Jago Cetak Laba Bersih Rp 127 Miliar ada Semester I 2025

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas tengah menjelaskan cara penggunaan aplikasi Bank Jago. Foto: ANTARA/HO-Bank Jago
zoom-in-whitePerbesar
Petugas tengah menjelaskan cara penggunaan aplikasi Bank Jago. Foto: ANTARA/HO-Bank Jago

PT Bank Jago Tbk (ARTO) mencatat pertumbuhan laba bersih Rp 127 miliar pada semester I 2025. Angka ini naik 154 persen dibanding perolehan pada semester I 2024 yang ada pada Rp 50 miliar.

Direktur Utama Bank Jago Arief Harris Tandjung menuturkan Bank Jago juga berhasil menjaga konsistensi bisnis. Hal ini tercermin dari jumlah nasabah, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) sampai penyaluran kredit.

“Mengamati potensi risiko dari situasi perekonomian yang penuh tantangan serta mencermati peluang yang ada, kami berhasil menjaga momentum kuat pertumbuhan bisnis dan membangun kepercayaan nasabah terhadap produk dan layanan kami,” kata Arief dalam keterangan tertulis, Kamis (24/7).

Dari sisi pembiayaan, Bank Jago juga membukukan kredit sebesar Rp 21,4 triliun sampai dengan akhir Juni 2025. Pertumbuhan terjadi 37 persen jika dibandingkan dengan posisi pembukuan kredit pada akhir Juni tahun lalu.

Terkait penyaluran kredit, Bank Jago tetap mengandalkan kolaborasi dengan berbagai mitra seperti ekosistem dan platform digital, perusahaan pembiayaan, dan lembaga keuangan lainnya. Untuk kehati-hatian penyaluran kredit, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross Bank Jago tercatat ada di level rendah yakni 0,3 persen.

“Kolaborasi dengan mitra ekosistem terus menjadi kontributor utama bisnis kami. Namun kami menyadari pentingnya melakukan diversifikasi, konsisten berinovasi, serta menciptakan produk dan layanan yang dapat memberikan kontribusi bisnis signifikan di masa depan,” ujar Arief.

Sementara dari sisi penghimpunan DPK, Bank Jago mencatat peningkatan 51 persen dari Juni 2024 sebesar Rp 14,8 triliun menjadi Rp 22,4 triliun pada akhir Juni tahun ini. Hal ini juga sejalan dengan adanya pertambahan jumlah nasabah Bank Jago. Per Juni 2025, jumlah nasabah Bank Jago tercatat ada pada angka 17,2 juta nasabah.

Logo Bank Jago. Foto: Bank Jago

Nasabah tersebut juga sudah termasuk 13,7 juta nasabah funding yang menggunakan Aplikasi Jago dan Jago Syariah. Terkait jumlah pengguna kedua aplikasi tersebut, Bank Jago mencatat pertumbuhan lebih dari 3 juta nasabah dari tahun lalu di mana saat itu pengguna kedua aplikasi tersebut ada pada angka 10 juta nasabah.

Terkait rasio kredit terhadap DPK atau loan-to-deposit ratio (LDR) Bank Jago saat ini ada di level 96 persen. Hal ini juga didukung dengan rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) mencapai 35,9 persen.

“Pencapaian ini terus memotivasi kami untuk senantiasa berinovasi dan berkolaborasi dengan ekosistem digital sehingga dapat memberikan pelayanan nasabah yang lebih baik dan menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan,” kata Arief.

Dengan adanya pertumbuhan kredit dan DPK tersebut, aset Bank Jago juga naik Rp 32,4 triliun atau tumbuh 34 persen dari nilai aset pada akhir semester I 2024 yang sebesar Rp 24,2 triliun.

instagram embed