Kumparan Logo

Bank Jago Dongkrak Efektivitas Operasional Ratu Degan, UMKM Minuman Kelapa Muda

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Head of Merchant Business Bank Jago, Vincent C. Soegianto dan Satria S. Alim, pemilik usaha Ratu Degan Indonesia, Selasa (27/6/2023). Foto: Nabil Jahja/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Head of Merchant Business Bank Jago, Vincent C. Soegianto dan Satria S. Alim, pemilik usaha Ratu Degan Indonesia, Selasa (27/6/2023). Foto: Nabil Jahja/kumparan

PT Bank Jago Tbk (ARTO) membuka akses bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk masuk ke dalam ekosistem digital lewat aplikasinya. Bank Jago melihat bahwa UMKM umumnya terkendala pengelolaan keuangan yang baik dalam pengembangan usaha.

Contoh tantangan yang dihadapi sehari-hari, antara lain memisahkan dana usaha dengan dana pribadi, rekonsiliasi hasil penjualan yang kerap terbagi di berbagai rekening bank yang berbeda, dan pengelolaan budget pengeluaran.

Salah satu UMKM yang terbantu operasionalnya berkat keberadaan Bank Jago adalah Ratu Degan Indonesia, bisnis UMKM yang menjual minuman kelapa muda dan produk olahan kelapa muda. Satria S. Alim, pemilik usaha Ratu Degan, mengaku fitur dalam aplikasi Bank Jago berdampak positif pada usahanya, terutama dalam kemudahan operasional bisnis.

“Saya menemukan Bank Jago dari platform jualan makanan online. Di Bank Jago ada fitur yang sangat spesial buat saya, mulai gratis transfer sampai Kantong sehingga kita tidak perlu buka banyak rekening,” ungkap Satria di gerai Ratu Degan di Rempoa, Tangerang Selatan, Selasa (27/6).

instagram embed

Satria menyebutkan salah satu fitur yang paling sering ia berdayakan adalah gratis transfer antar bank maksimal 100 transaksi per hari. Ia mengatakan seringkali melewati batasan tersebut untuk kebutuhan usaha.

Satria bercerita sebelum bermitra dengan Bank Jago, pihaknya sempat mengalami kerugian finansial karena melakukan pengelolaan keuangan secara manual. Belajar dari pengalaman tersebut, Satria mulai mengelola keuangannya secara digital, dan ia pun meminta karyawannya untuk melakukan hal yang sama.

“Posisi saya awal-awal jualan lagi enak, jualan lagi kenceng. Saya itu pulang sebulan sekali atau dua bulan sekali (ke kampung) dan uang saya tinggal di gerai. Waktu itu saya baru daftar GoBiz, tapi penjualan masih utamanya di offline, jadi pakai cash. Pas saya balik ke sini, anak buah saya sudah nggak ada, itu bawa Rp 12 juta sekian. Itu saya bangkrut mendadak, nggak ada uang,” katanya kepada awak media.

“Dari situ saya bertekad bagaimana transaksi offline diperkecil. Akhirnya disitu saya belajar lewat media sosial, masuk ke GoFood agar offline masuknya online. Di situ saya kenal Bank Jago,” imbuhnya.

Setelah bermitra dengan Bank Jago, Satria mengatakan bisnisnya dapat berjalan dengan lebih efektif, terutama untuk menggaji karyawannya. Ia mengatakan bahwa belum menemui kendala teknis selama ia menggunakan Bank Jago.

“Kendala saya belum ada, bahkan ketika kelapa muda datang misal pukul 02.00 dini hari, itu saya suka transfer jam-jam segitu. Bank lain suka ada yang maintenance, tapi kalau Bank jago itu pasti sukses masuk uangnya saat itu juga,” tutur Satria.

Adapun Satria bercerita rata-rata omzet yang ia dapatkan per harinya mencapai Rp 5 juta, namun ia mengatakan omzetnya sempat meningkat 4 kali lipat pada bulan Ramadhan. “Paling banyak omzet Rp 20 juta waktu puasa, itu dalam sehari,” katanya.