Kumparan Logo

Bank Mandiri Catat DPK Valas dari DHE SDA Melonjak Jadi Rp 84,3 T

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Bank Mandiri. Foto: Dok. Bank Mandiri
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bank Mandiri. Foto: Dok. Bank Mandiri

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) valuta asing yang bersumber dari penempatan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) menembus Rp 84,3 triliun hingga September 2026. Capaian tersebut melesat 236 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Direktur Risk Management Bank Mandiri, Danis Subyantoro, menyampaikan implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2026 terkait tata kelola DHE SDA memberikan peluang besar bagi perseroan untuk memperkuat likuiditas valas serta memperluas bisnis ekosistem eksportir.

"Bagi Bank Mandiri, kebijakan DHE SDA membuka peluang pertumbuhan DPK valas, pendapatan jasa transaksi, serta penyaluran pembiayaan kepada eksportir," ujar Danis dalam Paparan Kinerja Kuartal III 2026 Bank Mandiri, Jumat, (23/10).

Danis menjelaskan, penempatan DHE SDA di dalam negeri merupakan strategi krusial pemerintah untuk meningkatkan retensi devisa guna menjaga stabilitas sistem keuangan dan ketahanan ekonomi nasional.

Menurutnya, penumpukan likuiditas valas di dalam negeri menjadi benteng penting dalam menghadapi ketidakpastian global serta meredam volatilitas arus modal asing.

"Pertumbuhan signifikan ini memperkuat peran Bank Mandiri dalam mendukung pengelolaan devisa hasil ekspor sesuai kebutuhan nasabah dan regulasi yang berlaku," tambah Danis.

Guna mengoptimalkan penyerapan devisa, Bank Mandiri juga memberikan layanan pendampingan komprehensif bagi eksportir, mulai dari pengelolaan penerimaan ekspor hingga transaksi operasional harian.

"Ke depan, kami terus memperkuat pendampingan bagi eksportir beserta ekosistem usahanya agar pengelolaan DHE SDA makin efektif menunjang ekspansi bisnis nasabah sekaligus memperkuat likuiditas valas nasional," pungkas Danis.