Kumparan Logo

Bank Mandiri: Pemulihan Ekonomi RI Dibayangi Varian Omicron

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang pria menggunakn masker melintasi deretan toko yang tutup di Pasar Baru, Jakarta, Rabu (1/4/2020).  Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
zoom-in-whitePerbesar
Seorang pria menggunakn masker melintasi deretan toko yang tutup di Pasar Baru, Jakarta, Rabu (1/4/2020). Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Bank Mandiri mengungkapkan prospek pemulihan ekonomi Indonesia diperkirakan akan tetap cerah pada kuartal IV 2021. Sebab pandemi COVID-19 mulai terkendali dan program vaksinasi terus berlanjut.

Meski demikian, Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri Panji Irawan mengatakan, ancaman merebaknya varian Omicron menjadi tantangan bagi tren pemulihan ekonomi yang tengah berlangsung. Untuk itu pihaknya pun mewaspadai merebaknya varian baru ini.

“Tantangan ke depan masih cukup tinggi seiring dengan munculnya varian baru, Omicron, dan rencana percepatan dan penyelesaian tapering (The Fed) yang lebih cepat,” ujar Panji dalam Bank Mandiri Economy Outlook 2022, Rabu (8/12).

Dengan masih tingginya risiko ketidakpastian global, Panji mengatakan otoritas perekonomian perlu tetap berhati-hati dalam memacu pemulihan ekonomi. “Di sisi lain, pelonggaran mobilitas harus dilakukan dengan hati-hati, dan protokol kesehatan harus diterapkan dengan baik,” sambungnya.

Meski demikian, Panji tetap optimistis bahwa perekonomian di kuartal IV akan terus membaik. Termasuk juga bagi sektor perbankan. Panji mengatakan, fungsi intermediasi perbankan terus mengalami perbaikan memasuki triwulan IV 2021 ini.

Pertumbuhan kredit industri pada bulan Oktober 2021 meningkat menjadi 3,24 persen yoy, yang merupakan pertumbuhan tertinggi dalam 18 bulan terakhir. Secara year-to-date, sepanjang periode Januari sampai dengan Oktober 2021, kredit perbankan nasional telah tumbuh sebesar 4,22 persen.

Di sisi lain, kualitas aset juga cukup stabil, terlihat dari rasio NPL industri yang terjaga pada level 3,22 persen per bulan Oktober 2021.

Dana pihak ketiga perbankan juga terus mencatatkan pertumbuhan yang cukup solid. DPK industri perbankan pada bulan Oktober tercatat tumbuh 9,44 persen yoy dan sepanjang tahun 2021, dari bulan Januari sampai dengan Oktober 2021 DPK perbankan tumbuh 8,69 persen yoy.

Tingginya pertumbuhan DPK menurut Panji, mendorong terjaganya likuiditas perbankan, terlihat dari rasio loan to deposit (LDR) terus menurun hingga mencapai 78,85 persen per bulan atau terendah sejak bulan Januari 2012.

“Kami optimis bahwa intermediasi perbankan akan terus membaik, sejalan dengan pemulihan ekonomi nasional,” ujarnya.

Pada triwulan III 2021, kinerja keuangan Bank Mandiri terus membaik dengan kualitas yang tetap terjaga. Secara konsolidasi, aset Bank Mandiri mengalami pertumbuhan yang sangat tinggi, mencapai 16,4 persen secara yoy dengan kualitas yang terjaga. Kredit Bank Mandiri bertumbuh sebesar 16,9 persen yoy.

DPK tumbuh cukup tinggi mencapai 18,5 persen yoy, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan DPK industri perbankan yang hanya 7,7 persen yoy pada periode yang sama.

Adapun laba bersih setelah pajak Bank Mandiri pada kuartal III mencapai Rp 19,2 triliun, meningkat 37,1 persen yoy. Sementara itu pada periode yang sama pendapatan bunga bersih Bank Mandiri tumbuh 26,5 persen yoy menjadi Rp 53,3 triliun.