Kumparan Logo

Bank Mandiri Sebut Program Vaksinasi Bikin Investor Makin Pede Taruh Modal di RI

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumah tenaga kesehatan di Bandung mengikuti proses vaksinasi massal di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Bandung, Rabu (3/2). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sejumah tenaga kesehatan di Bandung mengikuti proses vaksinasi massal di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Bandung, Rabu (3/2). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mengeklaim vaksinasi akan menambah kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya di Tanah Air. Hal ini pun pada akhirnya akan mendorong pemulihan ekonomi tahun ini menjadi 4,43 persen.

Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan, sejumlah stimulus yang dilakukan pemerintah tahun ini dapat mendorong iklim usaha dan menarik minat investor.

“Indonesia harus optimis ekonomi akan pulih dan bangkit karena adanya sejumlah stimulus fiskal dan moneter. Kebangkitan ini bisa memberikan keseimbangan ekonomi yang berkesinambungan,” ujar Darmawan dalam Mandiri Investment Forum 2021 secara virtual, Rabu (3/2).

Dia menjelaskan, ada beberapa sektor yang menjanjikan untuk berinvestasi seperti informasi komunikasi, pendidikan, manufaktur, dan lain sebagainya. Hal ini memberikan keuntungan bagi sejumlah kesepakatan dan kesempatan terbuka bagi Indonesia.

“Peluang investasi misalnya manufaktur, total 95 ribu hektar dan 19 ruang yang bisa menjadi pertumbuhan ekonomi baru,” ucapnya.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin (kanan) bergurau sebelum mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (1/2/2021). Foto: Fauzan/ANTARA FOTO

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, selain fokus terhadap pelaksanaan vaksinasi, pemerintah juga menyiapkan strategi penguatan surveilans. Sejumlah hal yang dilakukan untuk penguatan tersebut antara lain adalah melakukan tes terhadap seluruh suspek dan kontak erat menggunakan PCR serta penggunaan rapid antigen sesuai rekomendasi WHO.

“Selain itu, meningkatkan akses tes PCR di 514 kota/kabupaten, meningkatkan jumlah tracer hingga 80.500 orang dan memanfaatkan teknologi digital untuk tracing,” jelasnya.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo optimistis bahwa BUMN melalui pembentukan sovereign wealth fund (SWF) mampu mendorong pemulihan ekonomi nasional. Negara memiliki berbagai asset seperti jalan tol, bandara, asset infrastruktur digital, dan financial services yang value nya dapat ditingkatkan.

“Kita akan memiliki platform agar investor dapat masuk dan berinvestasi pada asset-aset yang kita miliki,” kata Tiko.

Dia melanjutkan, melalui perbaikan peraturan perundang-undangan dan tim yang kuat serta berstandar global, akan memberikan jaminan kepada investor untuk berinvestasi dalam jangka yang panjang di Indonesia.

“Hal ini lah yang akan membuat peluang investasi di Indonesia semakin besar dan menarik. Ada minat yang sangat besar dan kuat dari investor internasional untuk berinvestasi di berbagai asset yang kita miliki. Pada akhirnya jika investasi ini masuk akan menstimulasi pertumbuhan ekonomi nasional kita," tambahnya.