Kumparan Logo

Bank Permata Raup Laba Bersih Rp 2,9 Triliun pada Kuartal III 2025

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Permatabank. Foto: Aditia Noviansyah
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Permatabank. Foto: Aditia Noviansyah

PT Bank Permata Tbk membukukan laba bersih setelah pajak mencapai Rp 2,9 triliun hingga kuartal III 2025. Direktur Utama Permata Bank, Meliza M. Rusli, mengatakan laba bersih sebelum pencadangan (PPOP) bank capai Rp 5 triliun, atau meningkat 4,9 persen secara year on year (yoy).

“Kinerja positif Permata Bank sepanjang sembilan bulan ini menjadi landasan penting bagi perjalanan bank menuju fase pertumbuhan selanjutnya. Pencapaian ini mencerminkan ketangguhan dan komitmen kami untuk terus tumbuh secara sehat dan berkelanjutan,” kata Meliza melalui keterangan tertulis, dikutip pada Rabu (29/10).

Penyaluran kredit mencapai Rp 158,9 triliun dan tumbuh 5,4 persen secara yoy. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh peningkatan kredit pada segmen korporasi yang naik 8,2 persen yoy menjadi Rp 93,9 triliun, serta segmen komersial yang tumbuh 10,4 persen yoy menjadi Rp 20,9 triliun.

Kualitas kredit perusahaan tetap terjaga dalam kondisi sehat, tercermin dari rasio NPL Gross dan Loan at Risk (LAR) yang stabil masing-masing di level 2,1 persen dan 7,0 persen dibandingkan dengan 2,1 persen dan 8,0 persen pada kuartal yang sama pada 2024.

Meliza mengatakan perusahaan juga mempertahankan rasio NPL Coverage dan LAR Coverage pada tingkat yang memadai untuk mengantisipasi potensi risiko kredit secara konservatif, yakni masing-masing sebesar 351 persen dan 107 persen.

“Bank juga secara konsisten melakukan upaya restrukturisasi, litigasi, dan penjualan aset dalam melakukan penyelesaian kredit bermasalah,” ujar Meliza.

Sementara Liquidity Coverage Ratio (LCR) perusahaan sebesar 292,9 persen dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) mencapai 132,9 persen per akhir September 2025, mencerminkan tingkat ketahanan likuiditas yang jauh di atas ketentuan minimum regulator.

Dari sisi permodalan, Bank Permata juga mencatat struktur modal yang kuat untuk menopang ekspansi bisnis di masa mendatang. Rasio Capital Adequacy Ratio (CAR) dan Common Equity Tier 1 (CET-1) masing-masing berada pada level 35 persen dan 26,8 persen selama sembilan bulan pertama tahun 2025.

Sementara itu, PermataBank Syariah turut melanjutkan tren positif dengan membukukan laba operasional sebelum provisi sebesar Rp 598,6 miliar, tumbuh 12,0 persen secara yoy. Kinerja tersebut didorong oleh peningkatan pendapatan setelah distribusi bagi hasil sebesar 9,4 persen yoy serta konsistensi dalam menjaga efisiensi biaya operasional.

Dari sisi pendanaan, simpanan nasabah tercatat naik menjadi Rp 26,9 triliun, terutama berkat pertumbuhan dana murah atau CASA yang mencapai 15,1 persen yoy. Kondisi ini mendorong rasio CASA Unit Usaha Syariah (UUS) PermataBank naik menjadi 66,1 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata industri perbankan syariah nasional.