Kumparan Logo

Bank Sentral Turki dan Brasil Naikkan Suku Bunga, Bagaimana dengan BI?

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubenur Bank Indonesia Perry Warjiyo (tengah) memberikan keterangan kepada pers mengenai hasil Rapat Dewan Gubernur BI bulan Februari 2019, Kamis (20/2). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubenur Bank Indonesia Perry Warjiyo (tengah) memberikan keterangan kepada pers mengenai hasil Rapat Dewan Gubernur BI bulan Februari 2019, Kamis (20/2). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Sejumlah bank sentral mulai mempertimbangkan untuk menaikkan suku bunga acuan. Hal ini seiring dengan pemulihan ekonomi mulai terjadi.

Namun, beberapa bank sentral seperti di Turki dan Brasil telah lebih dulu menaikkan bunga acuan. Laju inflasi di negara tersebut melambung akibat tekanan pandemi COVID-19. Ini berbeda dengan Indonesia, yang justru inflasinya rendah selama pandemi.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengatakan, Turki menaikkan suku bunga acuan 200 basis poin (bps) dan Brasil 75 bps. Namun menurutnya, kenaikan bunga acuan itu sampai belasan persen.

“Itu struktur ekonominya beda dengan Indonesia, kedua negara itu punya tekanan inflasi. Jadi di Turki itu inflasinya belasan persen, makanya suku bunga harus naik 200 bps. Di Indonesia kita masih sangat rendah inflasinya 1,3 persen,” ujar Destry dalam acara Temu Stakeholders Untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional, Kamis (1/4).

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti. Foto: Nicha Muslimawati/kumparan

Untuk Indonesia, Destry justru menegaskan masih ada ruang untuk penurunan suku bunga. Meskipun saat ini suku bunga acuan BI sudah berada di level terendah 3,5 persen.

“Jadi penurunan suku bunga, karena secara fundamental ruangnya sangat terbuka," jelasnya.

Selain inflasi yang rendah, ekspor yang masih cukup baik, current account deficit (CAD) yang terkendali, hingga likuiditas di perbankan yang masih sangat tinggi memberikan ruang bagi BI untuk menjaga suku bunga acuan di level terendah.

“Ini kita harapkan bisa memberikan stimulasi untuk pertumbuhan ekonomi,” tambahnya.