Kumparan Logo

Bapanas Bakal Salurkan 1.900 Ton Bansos Beras Khusus hingga Akhir 2025

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Rabu (1/10/2025).
 Foto: Najma Ramadhanya/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Rabu (1/10/2025). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan

Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan bakal menyalurkan bantuan sosial (Bansos) berupa beras fortifikasi atau beras khusus pada akhir 2025. Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, menjelaskan beras ini diperkaya vitamin dan mineral lebih untuk meningkatkan asupan gizi masyarakat.

“Itu fungsinya adalah memberikan nutrisi sama vitamin kepada masyarakat. Itu kan manfaat supaya anak-anak nanti tidak stunting, orang di rumah mengkonsumsi vitamin dan mineral dari biofortifikasi beras,” jelas Arief saat ditemui di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Rabu (1/10).

Arief mengatakan nantinya bansos fortifikasi ini akan disalurkan selama sisa tiga bulan 2025 ini dengan total 1.900 ton. “(Dalam 3 bulan yang disalurkan) 1.900 (ton) sekian,” tambah Arief.

Arief menuturkan langkah itu merupakan program Bapanas yang menyasar masyarakat rawan rentan pangan. Program tersebut akan berbeda dengan bansos biasanya yang telah disalurkan sebelumnya.

“Ini (program) di Badan Pangan saja. Kalau yang (bansos biasa) 18,27 juta (penyaluran), dikali 10 kilogram, dikali dua bulan. Misalnya nanti kita bicara bantuan pangan itu, nasinya misalnya ada fortifikasi kan lebih bagus,” jelas Arief.

Terkait anggaran, Arief tidak merinci jumlah pastinya. Namun, ia menegaskan dana tersebut dialokasikan oleh Badan Pangan Nasional.

“Nggak banyak lah (anggarannya), itu kan ada selisih sekitar 1.500 sampai 2.000 rupiah dari beras biasa. Jadi kalau beras biasa (Rp) 14.000-15.000, ini mungkin (Rp) 17.000 gitu ya,” tutur Arief.

Arief sebelumnya menyatakan program ini punya tujuan spesifik yang selaras dengan target penurunan stunting sesuai Perpres 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, serta menjadi bagian strategis pembangunan ketahanan pangan nasional dalam RPJMN 2025-2029 dan merupakan inisiatif untuk mendukung visi Presiden Prabowo Subianto.

video from internal kumparan