Kumparan Logo

Bapanas Gandeng BRIN untuk Perkuat Teknologi Informasi Penyatuan Data Pangan

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Bapanas Arif Prasetyo Adi (kiri) bersama Kepala BRIN Laksamana Tri Handoko (kanan) saat diwawancara usai menghadiri rapat koordinasi program dan kegiatan bersama mitranya di IICC Bogor, Selasa (4/7/2023). Foto: Linna Susanti/ANTARA
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Bapanas Arif Prasetyo Adi (kiri) bersama Kepala BRIN Laksamana Tri Handoko (kanan) saat diwawancara usai menghadiri rapat koordinasi program dan kegiatan bersama mitranya di IICC Bogor, Selasa (4/7/2023). Foto: Linna Susanti/ANTARA

Badan Pangan Nasional (Bapanas) menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memperkuat teknologi informasi penyatuan data pangan. Teknologi itu terkait berbagai inovasi, varietas tanaman, hingga harga komoditas.

Kepala Bapanas, Arif Prasetyo Adi mengatakan penyatuan data pangan itu akan memberi informasi akurat dan dapat merespons dengan cepat kebijakan yang diperlukan dalam rantai pasok pangan kepada masyarakat.

Arif mengatakan ketersediaan pangan kini bukan hanya program kementerian teknis, seperti Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan, tetapi juga BUMN di bawah Bapanas.

"Tadi saya minta secara khusus juga ada penyatuan data pangan, harga dan lain-lain sehingga ini bisa berjalan dengan baik," kata Arif usai menghadiri rapat koordinasi program dan kegiatan bersama mitra Bapanas di Bogor, Jawa Barat, dikutip dari Antara, Rabu (5/7).

Arif menjelaskan kerja sama Bapanas dengan BRIN mencakup artificial intelligence (AI), penanaman tanaman pangan di Sukamandi melibatkan ID Food, dan kerja sama terkait teknologi informasi khusus lainnya.

Sejumlah program yang telah berjalan, di antaranya penyusunan standar mutu beras dan vanila, kajian posisi Indonesia dalam forum Codex Internasional, pemberian rekomendasi teknis penerbitan Sertifikat Penerapan Penanganan yang Baik (SPPB PSAT), hingga pengembangan AI untuk peramalan harga pangan.

Arif berharap kerja sama bisa berjalan baik dengan tindak lanjut rapat koordinasi bersama 514 dinas urusan pangan kabupaten atau kota se-Indonesia.

Pada kesempatan sama, Kepala BRIN, Laksamana Tri Handoko, memastikan pihaknya siap mendukung Bapanas, khususnya dalam membuat kebijakan yang lebih saintis berbasis data. Menurutnya, kebijakan pangan yang tidak berbasis data dan angka bisa jadi masalah.

"Indonesia membutuhkan data yang akurat, di setiap lokasi menjadi penting untuk memastikan tidak hanya produksi, tetapi juga rantai pasok," ujar Tri Handoko.

Tri Handoko menegaskan data yang kurang akurat bisa menimbulkan masalah dan dampaknya bisa menimbulkan inflasi. Dampaknya juga tidak hanya kepada petani dan konsumen, tetapi semua dunia usaha pada umumnya.

"Jadi, kita siap mendukung Pak Arif dan teman-teman di Bapanas," tutur Tri Handoko.

instagram embed