Bapanas Minta Tambahan Anggaran Jadi Rp 17,7 Triliun untuk Program Pangan 2027
·waktu baca 2 menit

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Amran Sulaiman, mengajukan permintaan tambahan anggaran senilai Rp 17,73 triliun untuk pelaksanaan berbagai program pangan nasional pada tahun depan.
Pada pagu indikatif 2027, anggaran Bapanas ada di angka Rp 110,3 miliar. Amran menilai pagu anggaran itu belum cukup untuk melaksanakan program prioritas Bapanas.
“Pagu indikatif tersebut belum sepenuhnya mampu mendukung pelaksanaan program prioritas nasional yang menjadi mandat Badan Pangan Nasional,” kata Amran yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian dalam rapat kerja Kementan dengan Komisi IV DPR di Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu (10/6).
“Dengan demikian, total kebutuhan anggaran Badan Pangan Nasional tahun 2027 menjadi sebesar Rp 17,84 triliun yang akan digunakan untuk mendukung pencapaian target pembangunan pangan nasional dan pelaksanaan berbagai program pemerintah,” tambahnya.
Amran mengatakan apabila usulan anggaran tersebut bisa diakomodir, Bapanas akan bisa melaksanakan berbagai program pangan mulai bantuan beras sebesar 735 ribu ton, bantuan pengendalian stunting berupa daging ayam sebesar 5,7 ribu ton, dan telur ayam 8,6 ribu ton, SPHP beras sebesar 600 ribu ton, SPHP jagung 200 ribu ton, dan SPHP kedelai sebanyak 50 ribu ton.
Selain itu, ada pula alokasi khusus bantuan beras bencana alam sebesar 3.300 ton, pelaksanaan gerakan pangan murah sebanyak 1.560 kali di seluruh Indonesia, pengembangan kios pangan di 38 provinsi, pembinaan 50 lumbung pangan masyarakat.
Lalu, pengembangan rumah pangan pada 1.320 kelompok, penguatan keamanan pangan segar, intervensi pengendalian daerah rawan pangan dan aksi penyelamatan pangan, penyusunan regulasi kebijakan serta dukungan fungsi Bapanas pusat dan daerah.
