Kumparan Logo

Bapanas Ungkap Penyebab Beras Mahal: Pengusaha Beli Gabah dengan Harga Tinggi

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi di kantornya, Jakarta, Rabu (19/2/2025). Foto: Muhammad Fhandra Hardiyon/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi di kantornya, Jakarta, Rabu (19/2/2025). Foto: Muhammad Fhandra Hardiyon/kumparan

Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengungkap tindakan oknum yang membuat harga beras tinggi di pasaran. Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi mengatakan pengusaha penggilingan menjadi pelaku yang membuat harga beras tinggi.

Arief menjelaskan, pengusaha penggilingan beradu untuk membeli gabah dengan harga tinggi, hal inilah yang membuat harga pokok produksi beras kian terkerek. Padahal Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah Kering Panen (GKP) telah ditentukan pemerintah sebesar Rp 6.500 per kg.

Hal tersebt membuat harga beras yang diterima konsumen harus lebih tinggi. Sebab penggilingan juga akan mengambil margin setelah harga produksi.

“Kenapa harga produksi tinggi? Gini, harga gabah Rp 6.500 (per kg), kamu (penggilingan) beli Rp 6.800 (perusahaan lain) beli Rp 7.000, Wilmar beli maunya Rp 7.400, Topi Koki beli Rp 7.500, Wilmar nggak mau kalah beli Rp 7.600-Rp 7.800 (per kg),” tutur Arief di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (15/7).

instagram embed

Menurut dia kondisi tersebut memang menguntungkan petani, tetapi seharusnya penggilingan lebih memperhatikan plafon penjualan beras sebagai produk akhir, yaitu Harga Eceran Tertinggi (HET).

Arief melihat seharusnya penggilingan menyerap gabah secara masif pada saat panen raya. Sehingga penggilingan memiliki stok yang cukup untuk produksi saat masa tanam tiba dan tidak lagi berebut gabah.

“Dan Peraturan Menteri Perdagangan boleh menyetok maksimum 3 kali penjualan. Jadi kalau penjualannya misalnya 1 juta (ton) dia (perusahaan penggilingan) menyetok 3 juta ton boleh. Itu bukan nimbun sampai dengan panen gaduh,” jelasnya.

Berdasarkan Panel Harga Bapanas pada Selasa (15/7), secara nasional beras premium dibanderol Rp 16.062 per kg, naik 7,8 persen dari HET Rp 14.900 per kg.