Bappebti Targetkan Insentif Perusahaan Sawit yang Masuk Bursa CPO Terbit di 2024
·waktu baca 3 menit

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) saat ini sedang menggodok aturan mengenai insentif bagi perusahaan yang masuk dalam bursa CPO. Targetnya insentif itu akan terbit di semester I 2024.
Kepala Bappebti, 2022-2023, Didid Noordiatmoko mengatakan, secara umum insentif CPO yang masuk bursa sedang digodok dengan Menteri Keuangan (Kemenkeu).
“Sudah sampai mana? belum terlalu jauh karena masih berupa dalam kajian, kajian ini harus masih kita buktikan dengan kondisi dilapangannya lah kira-kira,” ungkapnya dalam konferensi pers Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) 2023 di Hotel Westin Bali, Kamis (2/11).
Adapun saat ini Bappebti terus melakukan evaluasi setiap harinya sejak diluncurkan pada 13 Oktober 2023 lalu.
Di mana sejatinya, dengan bursa CPO diharapkan bisa membuat perdagangan menjadi lebih transparan dan adil. “Untuk menjadikan bursa itu transparan dan fair bursa itu harus kredibel jadi tahapannya begitu, nah saat ini bursa baru 2 minggu, apakah sudah kredibel? belum karena masih 2 minggu masih kecil sekali,” kata Didid.
Sehingga, sambil menunggu bursa CPO kredibel, transparansi dan adil. Bappebti secara paralel menyusun kajian yang lebih insentif lagi. Termasuk mengenai angka-angka yang lebih real dan bukan lagi secara asumsi.
Insentif tersebut sedang dikoordinasikan dengan berbagai kementerian dan lembaga. Misalnya, mengenai pajak dibahas dengan Kemenkeu, kemudian dengan Kemendag yang katanya dengan DMO.
“Apakah dengan masuk bursa bisa pengaruhi DMO-nya misalnya, kita akan bahas. Begitu juga dengan ekspornya juga dengan kita kaji dengan Dirjen Perdagangan Luar Negeri, bagaimana dengan bursa sawit untuk ekspor seperti apa, ini sambil jalan terus,” jelas Didid.
“Tapi pertama kita ingin bangun bursa supaya kredibel, fair dan transparan,” katanya.
Adapun dengan Kemenkeu, Didid bilang, akan meliputi insentif untuk bea keluar dan kemudahan bea keluar.
"Yang intinya berbagai insentif ekonomi pada dasarnya tidak akan menurunkan namun meningkatkan penerimaan negara karena meningkatkan jumlah transaksi dalam bursa berjangka CPO Indonesia,"
-Kepala Bappebti, 2022-2023, Didid Noordiatmoko-
Target Bisa Kredibel Semester I 2024
Didid mengatakan, secara umum Bappebti menargetkan harga bursa CPO bisa mulai kredibel atau terwujudnya price reference di semester I 2024.
Di mana, harga tersebut akan menjadi harga acuan yang adil, dan real time baik secra hulu dan hilir. Tak hanya untuk produsen CPO yang besar tapi juga untuk yang berskala kecil.
“Sehingga yidak ada dominasiuntuk pihak tertentu, bisa berjalan bagi semua pihak. Hulu hingga holir bisa memanfaatkan harga acuan ini,” jelas Didid.
Ia juga megajak bagi petani CPO yang berskala kecil untuk ikut masuk dalam bursa CPO ini. Hal ini agar bisa memanfaatkan harga yang lebih transparan dan menguntungkan.
