Bappenas Beberkan Makna Ibu Kota Negara Nusantara: Melandasi Kemajemukan Budaya
·waktu baca 2 menit

Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengungkapkan bahwa pemerintah sudah memilih Nusantara sebagai nama ibu kota baru. Adapun pembahasan mengenai nama untuk ibu kota negara (IKN) berlangsung alot.
Pemilihan nama tersebut kemudian dipertanyakan banyak anggota Pansus IKN sepanjang berlangsungnya rapat. Ketua Pansus Ahmad Doli Kurnia meminta agar pemerintah konsultasi dengan ahli bahasa terkait pemilihan nama tersebut.
"Secara semantik harus tepat, rasa-rasanya IKN Nusantara itu multitafsir, jangan-jangan negara kita sudah berubah jadi negara Nusantara," ujar Ahmad Doli dalam rapat pada Senin (17/1).
Munculnya pro kontra tersebut membuat Suharso kembali memberikan penjelasan lanjutan saat seusai skorsing rapat. Suharso kemudian menjelaskan dipilihnya nama Nusantara tersebut.
"Nusantara itu sebuah konseptualisasi atas wilayah geografi sebuah negara, di mana konstituentanya adalah pulau-pulau yang dipisahkan oleh lautan. Saya koreksi, justru disatukan oleh lautan, ini konsepnya," jelas Suharso.
Istilah tersebut kemudian diadopsi menjadi nama bakal pusat pemerintahan yang baru. Dengan harapan, kata Nusantara bisa mewakili kemajemukan budaya.
"Dari situ, terungkap sebuah pengakuan kemajemukan geografis yang melandasi kemajemukan budaya, etnis dan suku-suku. Jadi nusantara ini sebuah konsep kesatuan yang bersedia mengakomodasi kemajemukan dan ibu kota Indonesia dengan nama ini mengungkapkan realitas kemajemukan," pungkas Suharso.
Suharso sebelumnya mengungkapkan bahwa nama Nusantara dipilih langsung oleh Presiden Jokowi. Jokowi menilai kata yang kerap dijadikan sinonim Indonesia tersebut sudah cukup ikonik dan dikenal di dunia internasional.
Nusantara sendiri dipilih dari sebanyak 80 lebih ide nama ibu kota baru yang diusulkan dalam rapat bersama ahli bahasa hingga ahli sejarah.
