Kumparan Logo

Bappenas: Bukit Soeharto Masuk ke Wilayah IKN Nusantara

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Taman Hutan Raya Bukit Soeharto, Kalimantan Timur. Foto: Prabarini Kartika/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Taman Hutan Raya Bukit Soeharto, Kalimantan Timur. Foto: Prabarini Kartika/kumparan

Taman Hutan Raya Bukit Soeharto ternyata juga akan masuk ke dalam kawasan IKN Nusantara. Bukit seluas 61 ribu hektar ini juga terletak di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Masuknya bukit yang menggunakan nama Presiden ke-2 RI ini disampaikan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Menurut Deputi Bidang Pengembangan Regional Bappenas Rudy S. Prawiradinata, tadinya bukit tersebut tak termasuk lokasi IKN.

"Bukit Soeharto itu tadinya tidak termasuk, sebaiknya daerah yang dilindungi dimasukkan aja. Supaya lebih mudah menjaganya kalau di bawah ibu kota negara, jadi dimasukkan supaya bisa dijaga," ujar Rudy dalam diskusi Beranda Nusantara yang disiarkan RRI pada Rabu (23/2).

Rudy menjelaskan, langkah ini sejalan dengan keinginan pemerintah buat memberikan persentase kawan terbuka hijau yang lebih besar di ibu kota baru. Ini merupakan salah satu prinsip yang diterapkan dalam pembangunan ibu kota di wilayah Kalimantan yang notabene adalah hutan.

Potret udara kawasan Taman Hutan Raya Bukit Soeharto, Kalimantan Timur. Foto: Faiz Zulfikar/kumparan

Menurut Rudy, dari total keseluruhan luasan IKN Nusantara berikut wilayah pengembangannya, 75 persennya adalah kawasan hijau. Ini supaya mendukung visi kota baru ini sebagai green city.

Saat ini, dari 256 ribu hektar total kawasan IKN dan pengembangannya, kawasan tutupan hutan hanya ada seluas 42 persennya. Penambahan Bukit Soeharto juga sebagai langkah menambah luasan menjadi 75 persen.

Sementara untuk kawasan IKN Nusantara sendiri yang seluas 56 ribu hektar, ditargetkan bakal punya 50 persen kawasan terbuka hijau.

"Bahkan di kawasan inti, di kawasan Istana ada ruangan terbuka hijau. Sekarang ini di sana (Bukit Soeharto) ada tambang juga, ada kelapa sawit, ini ingin dikembalikan (jadi kawasan hijau)," pungkas Rudy.