Bappenas Susun Satu Data Indonesia, Atasi Persoalan Bansos hingga Dorong Ekonomi

Bappenas tengah menyusun berbagai data di kementerian dan lembaga, yang nantinya membantu berbagai kebijakan pemerintah. Melalui Satu Data Indonesia, pemerintah melakukan pengintegrasian data dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi.
Koordinator Forum Satu Data Indonesia Tingkat Pusat, Taufik Hanafi, yang juga Deputi Bidang Pemantauan, Evaluasi, dan Pengendalian Pembangunan, Kementerian PPN/Bappenas mengatakan Satu Data Indonesia bukan hanya menyediakan data, tapi juga hingga pada monitoring pelaksanaan program.
“Kehadiran kebijakan Satu Data Indonesia bukan hanya untuk penyediaan data, tapi jauh lebih luas, yaitu arahnya sangat jelas untuk mendukung penyusunan, perencanaan, penganggaran, pelaksanaan pembangunan, bahkan memastikan proses perencanaan dan pelaksanaan bisa dimonitor dan dilaksanakan dengan baik,” ujar Taufik dalam webinar SDI, Kamis (30/9).
Salah satu contoh pemanfaatan Satu Data Indonesia yakni integrasi data perlindungan sosial atau bansos yang digelontorkan pemerintah di masa pandemi COVID-19. Terlebih program perlindungan sosial semakin beragam untuk membantu mereka yang terdampak.
“Terkait apa yang namanya reformasi sistem perlinsos. Gimana mengintegrasikan berbagai program-program yang saat ini cukup banyak. Apalagi di tengah pandemi program yang terkait perlinsos itu jenisnya semakin banyak,” tuturnya.
“Jadi tantangan ke depan gimana SDI bisa bantu dalam rangka lakukan konsolidasi data yang bisa digunakan untuk menyusun, merencanakan, mengalokasikan berbagai anggaran pagu dalam rangka dukung pemulihan ekonomi,” tambahnya.
Selain itu Satu Data Indonesia juga mendukung transformasi digital di dalam pemerintahan.
“Jadi satu Data Indonesia salah satu komponen penting dalam transformasi digital terutama terkait dengan mewujudkan ekosistem digital dengan baik,” tutupnya.
