Kumparan Logo

Barito Renewables Jadi Perusahaan ke-7 Terbesar di BEI, Salip Astra, BNI & TPIA

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Komisaris PT Barito Pacific Prajogo Pangestu. Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Komisaris PT Barito Pacific Prajogo Pangestu. Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Saham milik taipan Prajogo Pangestu, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN),melaju kencang sejak pencatatan perdana saham (IPO/Initial Public Offering) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (9/10). Hingga perdagangan awal, Kamis (12/10) pukul 10:10 WIB saham BREN kembali menguat 24,75 persen mencapai 1.890 per saham.

Bahkan jika dihitung sejak IPO, saham BREN telah melonjak hingga 142,3 persen. Di mana saat melantai di Bursa, saham BREN hanya Rp 780 per lembarnya.

Saat perdagangan di pagi ini, saham BREN dilego di rentang 1.820-1.890 dengan total volume 215,57 juta saham dan turnover Rp 407,27 miliar.

Kapitalisasi pasar BREN juga ikut melonjak menjadi Rp 252,86 triliun. Hal ini membuat Barito Renewables Energy masuk sebagai perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di BEI.

Ilustrasi Pergerakan IHSG di BEI Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Barito Renewables Energy menempati posisi ke 7 dan berhasil menyalip PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) yang memiliki market cap masing-masing Rp 201, 41 triliun dan Rp 232,72 miliar.

Tak hanya itu, BREN juga berhasil menyalip PT Astra International Tbk (ASII) yang memiliki market cap Rp 242,9 triliun.

Kapitalisasi pasar atau market cap adalah sebuah ukuran yang didasarkan pada nilai agregat suatu perusahaan. Biasanya para investor menggunakan nilai market cap sebagai indikator untuk mengetahui seberapa besar ukuran perusahaan.

Berikut adalah daftar 10 perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di BEI per Kamis (12/10):

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 1.118,72 triliun

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Rp 807,05 triliun


PT Bayan Resources Tbk (BYAN) Rp 615,83 triliun

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp 567 triliun

PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp 488,79 triliun

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) Rp 380,4 triliun


PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp 252,86 triliun

PT Astra International Tbk (ASII) Rp 242,9 triliun

PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) Rp 232,72 triliun


PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) Rp 201,41 triliun