Bayer Indonesia Ingin Tingkatkan Kesejahteraan 4 Juta Petani pada 2030

Perusahaan sektor kesehatan dan pertanian, Bayer Indonesia, berniat meningkatkan kualitas hidup para petani, khususnya di Indonesia. Salah satu langkah yang dilakukan Bayer untuk mencapai tujuan tersebut adalah membangun ekosistem bisnis pertanian di desa dengan tajuk Better Life Farming.
Presiden Direktur Bayer Indonesia, Kinshuk Kunwar, mengatakan program tersebut di Indonesia dilengkapi dengan adanya Bayer untuk Indonesia (BISA) yang dibangun untuk mendukung petani lahan kecil dan mendongkrak performa UMKM, yaitu dengan meningkatkan efisiensi bisnis, mengurangi biaya transaksi, serta memfasilitasi akses petani kecil ke rantai pasok.
Saat ini terdapat 600 kios cerdas bernama Better Life Farming Centre, yang merupakan pelengkap yang tersebar pada 15 provinsi di Indonesia, dengan 103 kios di kelola oleh perempuan. Rata-rata penjualan mereka meningkat hingga 35 persen per tahun. Bayer menargetkan meningkatkan kesejahteraan 4 juta petani pada 2030.
“Hingga 2030 mendatang, Bayer berkomitmen untuk terus memperluas manfaat program BISA. Bayer memiliki target untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan bagi 4 juta petani lahan kecil, 1 juta masyarakat ekonomi rentan, dan 1 juta perempuan di perkotaan atau pedesaan,” kata Kinshuk Kunwar saat konferensi pers di Labuan Bajo, Jumat (23/9).
Ke depannya, Bayer berencana bekerja sama dengan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk semakin meningkatkan kesejahteraan petani di Indonesia.
Saat ini, Bayer juga berpartisipasi dalam Forum Dialog Publik Gugus Tugas Perdagangan dan Investasi Bisnis 20 (B20) di Labuan Bajo, NTT, Jumat (23/9).
Managing Director dan CFO Bayer ASEAN, Ernst Coppens, mengatakan Bayer memiliki misi untuk berkolaborasi dengan berbagai sektor, mulai dari pemerintah, LSM, UMKM, hingga masyarakat lokal untuk menerapkan model bisnis inklusif. Ia menegaskan iklim perdagangan dan investasi berkelanjutan menjadi sasaran utama Bayer dalam B20 ini.
“Dengan bergabung dalam kesepakatan B20, Bayer ingin menjadi bagian dari pemangku kepentingan yang memiliki semangat yang sama, untuk bekerja sama menghadirkan solusi yang berkelanjutan khususnya di bidang ketahanan pangan dan kesehatan,” ujar Ernst saat konferensi pers di Labuan Bajo, NTT, Jumat (23/9).
