BCA Bantah soal Viral Hacker Jual Jasa Login ke Akun MyBCA Seharga Rp 7,5 Juta
·waktu baca 2 menit

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA menanggapi cuitan Konsultan Keamanan Siber Indonesia Teguh Aprianto soal threat actor di Breach Forums yang masuk ke akun MyBCA siapa pun dengan modal nama dan nomor rekening.
“Seorang threat actor di BreachForums menawarkan sebuah jasa untuk login ke akun MyBCA siapa pun hanya bermodalkan nama & nomor rekening. Jasa ini dijual hanya dengan harga USD 500 atau hanya sekitar 7,5 juta rupiah. Pelaku juga melampirkan tampilan ketika login ke 6 pemilik rekening,” tulis akun @secgron, dikutip Kamis (27/7).
Menepis isu itu, EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F Haryn, menegaskan transaksi finansial hanya dapat dilakukan dengan PIN yang hanya diketahui oleh nasabah.
“Sehubungan dengan informasi yang beredar mengenai penawaran dari pihak yang mengeklaim memiliki akses ke aplikasi myBCA nasabah, dapat kami sampaikan bahwa di aplikasi mobile myBCA akses hanya dapat dilakukan dengan menggunakan BCA ID dan password yang dibuat oleh nasabah sendiri,” kata Hera dalam keterangan tertulis, Kamis (27/7).
Sementara itu, untuk website myBCA, akses hanya dapat dilakukan dengan menggunakan BCA ID dan password yang dibuat oleh nasabah sendiri. Transaksi finansial hanya dapat dilakukan dengan OTP (One Time Password) dari token KeyBCA.
“Oleh karena itu, maka BCA senantiasa mengimbau nasabah setia untuk selalu berhati-hati terhadap oknum yang mengatasnamakan BCA dan berbagai modus penipuan yang bertujuan untuk mengetahui data nasabah,” tuturnya.
Hera mengingatkan nasabah agar jangan pernah bagikan data pribadi perbankan yang bersifat rahasia seperti BCA ID, password, nomor kartu ATM, PIN, dan OTP kepada siapa pun.
Di samping itu, BCA senantiasa melakukan pengamanan data dengan menerapkan strategi dan standar keamanan secara berlapis serta mitigasi risiko yang diperlukan untuk menjaga keamanan data dan transaksi digital nasabah.
“Seluruh strategi dan penerapan standar keamanan tersebut selalu dievaluasi dan di-update dari waktu ke waktu dengan memperhatikan perkembangan keamanan siber dan transaksi digital,” ujar Hera.
