BCA Gelar Wealth Summit 2026, Ajak Masyarakat Jaga Ketahanan Finansial

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali menyelenggarakan BCA Wealth Summit 2026 yang mengusung tema “Guard Your Future, Leads What’s Next”. Melalui forum ini, BCA mengajak nasabah dan masyarakat untuk memahami pentingnya menjaga ketahanan finansial sebagai fondasi dalam menghadapi dinamika global yang kompleks.
Direktur BCA, Haryanto T. Budiman, mengatakan Wealth Summit 2026 yang dilaksanakan secara hybrid ini dirancang secara komprehensif dengan memberikan pemahaman kepada nasabah mengenai berbagai instrumen investasi alternatif. Materi yang disiapkan mencakup investasi komoditas, emas, kripto, hingga seni atau art investment.
“Melalui BCA Wealth Summit 2026, kami ingin menghadirkan perspektif yang lebih luas mengenai bagaimana masyarakat dapat membangun ketahanan finansial, melindungi aset, serta menjaga kesehatan sebagai bagian dari strategi finansial jangka panjang,” sebut Haryanto dalam konferensi pers BCA Wealth Summit 2026 di Menteng, Jakarta, Rabu (9/9).
BCA Wealth Summit 2026 sesi luring menghadirkan sejumlah pembahasan mengenai kondisi ekonomi terkini di tengah volatilitas pasar, termasuk arah tren dan dinamika pasar serta perkembangan teknologi. Acara ini juga menghadirkan dua mantan menteri luar negeri, yakni Marty Natalegawa dan Retno Marsudi. Selain isu ekonomi dan geopolitik, pengelolaan kekayaan serta strategi wealth transfer juga akan dibahas.
Sementara pada sesi online, peserta dapat mengikuti financial readiness test untuk mengukur kesiapan finansial dan risiko, menyimak berbagai podcast edukasi finansial yang relevan, serta berpartisipasi dalam Wealth Conquest.
Menurut Haryanto, penyelenggaraan Wealth Summit 2026 ini juga menjadi peluang besar untuk memperluas edukasi investasi kepada generasi muda, termasuk generasi Z (Gen Z). Oleh karena itu, topik yang disajikan disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik generasi muda agar produk-produk investasi dapat dipahami dengan lebih mudah.
“Dan kita ingin supaya penetrasi investasi ini semakin tinggi untuk anak-anak muda. Justru ini menunjukkan peluang yang luar biasa besar,” ujar Haryanto.
Haryanto mengatakan, BCA ingin memposisikan diri sebagai trusted advisor bagi para nasabah. Ia menilai pertumbuhan angka, termasuk aset kelolaan atau assets under management (AUM), akan mengikuti seiring dengan meningkatnya kepercayaan nasabah.
“2022 waktu kita pertama kali melakukan Wealth Summit, AUM kita itu hanya Rp 139 triliun, terus naik, tidak pernah turun dari tahun ke tahun. Sampai yang terakhir ini adalah Rp 339 triliun, dibandingkan dengan tahun lalu, naiknya masih 16 persen,” tutur Haryanto.
EVP Wealth Management BCA, Indrawan B, menjelaskan tema Wealth Summit 2026 ini mencerminkan kondisi ketika masyarakat telah mengakumulasi kekayaan dan investasi dari tahun ke tahun, sehingga perlu mempersiapkan strategi untuk menghadapi berbagai tantangan sekaligus memanfaatkan peluang yang muncul.
“Jadi kita berusaha untuk melihat dalam kondisi seperti ini, opportunity apa yang bisa kita ambil, opportunity apa yang bisa kita siapkan supaya pada saat nanti situasi menjadi lebih baik, kita sudah siap duluan,” ucap Indrawan dalam kesempatan yang sama.
BCA Wealth Summit 2026 digelar secara hybrid, dengan sesi luring pada 16-17 September 2026 yang ditujukan bagi nasabah undangan. Selanjutnya, rangkaian acara dilanjutkan secara daring pada 18 September hingga 2 Oktober 2026 melalui situs bca.id/wealthsummit, yang dapat diikuti oleh masyarakat umum maupun nasabah BCA.
