BCA Mau Terbitkan Obligasi Rp 500 M, Bunga Maksimal 8,75%

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) berencana menerbitkan obligasi subordinasi berkelanjutan tahap I sebesar Rp 500 miliar. Adapun penerbitan obligasi subordinasi ini menyusul adanya perintah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang meminta agar bank yang terkena dampak sistemik melakukan recovery plan.
Direktur Keuangan BCA Vera Eve Lim menargetkan, obligasi subordinasi akan mulai ditawarkan pada 15-30 Mei 2018. Ia berharap bisa mengantongi izin efektif dari OJK pada 26 Juni 2018 mendatang sehingga perseroan bisa mendistribusikan obligasi subordinasi pada 4 Juli 2018.
"Pertama kalinya sekali BCA mengeluarkan surat, dan instrumen utang di pasar modal, sebelumnya BCA sama sekali tidak mengeluarkan obligasi atau surat apapun di pasar modal yang bersifat surat utang," kata Vera dalam Investor Gathering di Grand Indonesia, Jakarta, Selasa (15/5).

Vera menyebutkan, perusahaan menargetkan bisa meraih dana sebesar Rp 1 triliun dari penerbitan obligasi subordinasi berkelanjutan ini. Rencana penggunaan dana dari penerbitan obligasi subordinasi akan digunakan untuk pengembangan usaha terutama pemberian kredit.
"Penerbitan obligasi subordinasi ini kesedian BCA untuk ikut serta dalam mengembangkan ekonomi Indonesia melalui penyaluran kredit," ujarnya.
Dalam penerbitan obligasi subordinasi perusahaan dengan kode emiten BBCA ini memecah obligasi subordinasi menjadi tiga seri yaitu seri A dan seri B, dan seri C. Untuk Seri A tingkat kupon 7,50%-8,25% dengan tenor 7 tahun, untuk seri B tingkat kupon 7,75%-8,25% dengan tenor 10 tahun, dan seri C tingkat kupon 8%-8,75% dengan tenor 12 tahun.
Rencana penerbitan obligasi subordinasi BCA sudah diberikan rating AAA oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Rating tersebut dinilai berdasarkan kinerja perusahaan terhadap berbagai komitmen dan kewajiban keuangan dalam jangka panjang.
