Kumparan Logo

BCA Punya 4 Titik Data Center, Layani 150 Juta Transaksi per Hari

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA Hera F Haryn menjawab pertanyaan wartawan di Menara BCA, Senin (15/7/2024). Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA Hera F Haryn menjawab pertanyaan wartawan di Menara BCA, Senin (15/7/2024). Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan

PT Bank Central Asia Tbk atau BCA memiliki 4 titik data center yang tersebar di Indonesia. Layanan itu salah satunya untuk memastikan data nasabah terjamin aman melalui sistem secara berlapis.

EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA, Hera F Haryn, mengatakan bank melayani 150 juta transaksi per hari. Di saat bersamaan, BCA menyiapkan berbagai titik pengamanan sistem apabila ada terjadi eror selama transaksi.

“Kita juga sedang menyiapkan titik-titik pengamanan itu untuk beberapa titik. Kalau ada masalah di satu base kemudian pindah ke base lain. Kita punya 4 titik data center itu yang penting, yang mungkin sempat dipertanyakan untuk backup,” ujar Hera saat ditemui di Menara BCA Jakarta, Senin (15/7).

Hera menekankan pentingnya backup data nasabah perbankan dilakukan. Apabila sistem down, BCA memerlukan waktu untuk memproses data nasabah dalam aktivasi.

Ilustrasi gedung BCA. Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

“Kita juga melayani 150 transaksi per hari. Jadi kita sepanjang portal pertama kemarin berapa miliar ini. Jadi per hari itu sekitar 150 juta transaksi per hari,” kata Hera.

BCA melakukan uji coba keamanan secara berkala. Sistem pengamanan dilakukan agar nasabah bisa melanjutkan transaksi walaupun ada gangguan.

“Kami terus memperbaiki sistem dan mencari solusi agar ketika hal-hal tersebut terjadi, bug atau apa itu, kita bisa lebih cepat ketika akan melakukan transisi pengamanan agar tetap bisa melakukan transaksi dengan sempurna seperti biasa,” jelas Hera.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelumnya memastikan layanan perbankan Indonesia tetap aman di tengah serangan ransomware pada Server Pusat Data Nasional (PDN).

“Tidak (ada masalah), kita tidak masuk ke sistem itu,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae di Kompleks Parlemen RI, Rabu (26/6).

Dian mengatakan sektor perbankan di Indonesia sudah memiliki sistem keamanan yang memadai. Hal ini sejalan dengan perbaikan sistem perbankan.

"Jadi, kan sudah banyak aturan yang kami keluarkan, yang namanya resiliensi itu sudah kami tangani dengan baik lah," ujar Dian.