Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 ยฉ PT Dynamo Media Network
Version 1.103.0
Begini Cara Pertamina Atasi Kerugian Imbas Tahan Harga BBM hingga Juni 2024
28 Maret 2024 17:30 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati memastikan, Pertamina masih kuat meski sudah 2 bulan tidak menaikkan harga BBM, alias harga BBM saat ini masih sama dengan harga di Januari 2024.
Padahal, biasanya Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM setiap awal bulan, mengikuti pergerakan harga minyak mentah dunia, nilai tukar Rupiah, dan Mean of Platts Singapore (MOPS).
"Kami melihat dengan pengaturan stok, inventory, dan subsidi silang ini kami masih bisa mengatasi menggunakan harga yang di bulan Januari," tuturnya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR, Kamis (28/3).
Nicke mengakui saat ini harga BBM Pertamina jauh lebih murah dari badan usaha swasta atau kompetitor lainnya. Bahkan, perbedaan antara Pertamax (RON 92) dengan produk sejenis lain bisa mencapai Rp 2.000.
"Sebagai contoh RON 92 harga kami dengan kompetitor itu selisihnya lebih murah antara Rp 1.000-2.000. Ini kita ambil dari RON 92 yang banyak digunakan," tuturnya.
ADVERTISEMENT
Menurut Nicke, langkah Pertamina tidak menaikkan harga BBM ini merupakan upaya menjaga daya beli masyarakat, sebab BUMN tidak hanya bertugas meraup keuntungan saja.
"Sebagai BUMN memang kita harus melihat kondisi daya beli masyarakat, itu jadi satu pertimbangan bukan hanya keuntungan semata," pungkas Nicke.
Sebelumnya, Wakil Menteri (Wamen) BUMN Kartika Wirjoatmodjo menyebutkan perintah pemerintah agar Pertamina tak menaikkan harga BBM hingga Juni 2024 tidak berpengaruh besar pada kinerja perseroan.
Tiko, sapaan akrab Kartika, mengatakan saat ini hanya minyak mentah dunia belum naik signifikan. Prediksinya masih dalam kisaran USD 82 per barel, sehingga Harga Pokok Produksi (HPP) Pertamina.
"So far kalau kita lihat harga crude masih bisa kita jaga sekitar USD 82, HPP-nya masih terjaga," ungkapnya usai acara Mandiri Investment Forum 2024, Selasa (5/3).
ADVERTISEMENT
Beban Pertamina ini, lanjut Tiko, juga akan ditopang dengan optimalisasi produksi BBM dari RDMP Balikpapan yang baru selesai dan memungkinkan peningkatan kapasitas produksi perseroan.
"Kita harapkan April kita bisa menggunakan Kilang Balikpapan sekitar 330 ribu barel per day, dan dengan berbagai inovasi kita di kilang, kita bisa mengefisienkan HPP dari gasoline kita," jelasnya.
Meski demikian, Tiko masih membuka peluang evaluasi kembali harga BBM Pertamina mengikuti tren harga minyak mentah. Jika ternyata terus meningkat, pihaknya akan meminta peninjauan ulang.