Kumparan Logo

Begini Cara Startup Bisa Pinjam Modal Usaha Hingga Rp 10 Juta

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Mandiri Biayai Startup Fintech Amarta (Foto: Novan Nurul Alam/Antara )
zoom-in-whitePerbesar
Mandiri Biayai Startup Fintech Amarta (Foto: Novan Nurul Alam/Antara )

Amartha merupakan startup yang menyediakan platform website untuk online lender yang berfokus pada bisnis peer-to-peer lending untuk masyarakat unbanked di Indonesia.

Startup tersebut menyediakan platform website untuk online lender agar lender tersebut dapat mengakses informasi peminjam secara menyeluruh seperti peruntukan pembiyaan, latar belakang, hingga skor kredlt yang dimlliki.

Didirikan oleh Andi Taufan yang merupakan seorang Master Public Policy jebolan Harvard University, Amartha ini lahir untuk memfasilitasi masyarakat pedesaan untuk menikmati akses modal.

"Mendingan kita ngumpulin dana dari publik lebih besar lagi, publik pun bisa merasakan investasi yang bernilai sosial juga," ujar Andi di Pasar Santa Jakarta, Senin (7/3).

Untuk anda yang ingin menginvestasikan uang untuk membantu modal pengusaha kecil, bisa ikut menjadi investor dengan masuk ke website Amartha dan bisa langsung melakukan top up Rp 3 juta untuk diinvestasikan.

"Imbalannya untuk investor range lumayan lebar, tahun lalu bisa 20 persen setahun, Range-nya 10-15 sampai 20 persen setahun," tambah Andi.

Amartha sebagai sarana pinjam meminjam online menghubungkan orang untuk mau melakukan investasi langsung, investor bisa memilih sendiri sektor apa yang sesuai referensi.

"Modelnya peer to peer one on one, karena pinjaman kecil jadi one on one langsung," tambahnya.

Sementara untuk menjadi peminjam dana di Amartha, peminjam harus membentuk suatu kelompok sebanyak 15 sampai 20 orang. Setelah punya kelompok, komunitas ini bisa memasang 'iklan' alias kebutuhan dana dengan besaran tertentu di sektor tertentu.

Setiap orang mendapat pinjaman mulai dari Rp 2 juta dan maksimal Rp 10 juta dengan waktu pendek 3-10 bulan. Komunitas ini dibentuk untuk meminimalisir risiko kredit macet. Jadi, untuk saling mengingatkan dan jika salah satu peminjam tidak bisa membayar tagihan bisa dibantu melalui komunitas ini.

Setiap peminjam dikenai bunga dengan kisaran 15-20 persen tergantung besaran dan jangka waktu pinjaman. Pinjaman ini akan ditagih setiap seminggu sekali dengan besaran yang sudah disepakati.

Investor yang berminat meminjami uang, bisa secara bebas memilih peminjam mana yang akan mereka pinjami. Lantas apa yang didapat investor dari meminjamkan uangnya ini? Bunga yang dikenakan kepada peminjam merupakan pemasukan bagi si investor.

"Amartha peminjamnya menggunakan kelompok 15-20 orang, jadi kalau ada yang ada masalah cashflow keuangan kelompok itu yang tanggung renteng, pemberi dana itu enggak hanya menerima kerugian tapi ada kelompok yang ikut nombok," tambahnya.

Mandiri Biayai Startup Fintech Amarta (Foto: Novan Nurul Alam/kumparan )
zoom-in-whitePerbesar
Mandiri Biayai Startup Fintech Amarta (Foto: Novan Nurul Alam/kumparan )

Dengan mekanisme tersebut, Amartha mengklaim nilai yang telah disalurkan sebanyak Rp 68 Miliar dan memiliki Non Performing Loan (NPL) atau kredit macet 0 persen.

Hingga saat ini, Amartha sudah menyalurkan lebih dari Rp 68 miliar pendanaan kepada 30 ribu pengusaha mikro. Andi menargetkan tahun ini bisa menjadi ratusan ribu peminjam di seluruh Jawa.

"Percaya enggak percaya tapi kita bisa tunjukin segmen mikro itu enggak seburuk itu, dan mereka credit worthy dengan pendekatan tepat mereka bertanggung jawab sama pinjeman, dan sistem pinjeman berkelompok ini yang mampu meminimalisir kredit macet, kalau ada masalah ini kelompoknya yang bareng mencari solusi," ujar Andi.

Dari mana Amartha sebagai penyedia platform mendapatkan keuntungan?

Andi pun menjelaskan, Amartha mendapatkan pendapatan dari dua sisi, dari peminjam 5-10 persen tergantung platform-nya, dan juga dari pemberi pinjaman atau lenders 1-3 persen per transaksi tiap minggu.

Dengan suntikan modal dari Mandiri Capital, Andi berencana untuk memperluas Field Agent atau agen di lapangan yang tersebar di seluruh Jawa.

"Buat memperluas field agent kita di desa selain itu juga mempercanggih produk yang ada sekarang untuk mempermudah investor juga supaya analisa responsnya lebih tajam dan akurat," ujar Andi.

Tiap kecematan Amartha menyediakan 6-7 field agent, dalam satu kabupaten bisa sekitar 60 field agent yang merupakan lulusan SMA untuk diperdayakan warga pedesaan buat jadi partner.

Tugas field agent adalah untuk memfasilitasi proses memasukan aplikasi pinjaman, penyaluran pinjaman dan pembayaran angsuran.

"Ada 150 orang di Jawa Barat Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung, yang enggak keakses bank," pungkasnya.