Kumparan Logo

Begini Hitungan Kerugian Maskapai Imbas Penerbangan Terdampak Anak Krakatau

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dua pesawat maskapai dalam negeri melintas di Runway Utara atau Landasan Pacu 07L/25R Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (15/5/2026).  Foto: Muhammad Iqbal/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Dua pesawat maskapai dalam negeri melintas di Runway Utara atau Landasan Pacu 07L/25R Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (15/5/2026). Foto: Muhammad Iqbal/ANTARA FOTO

Asosiasi Maskapai Penerbangan Indonesia (Indonesia National Air Carriers Association/INACA) memperkirakan kerugian maskapai terdampak letusan Gunung Anak Krakatau (GAK) bisa mencapai Rp 10 sampai Rp 19 miliar per hari. Estimasi itu merupakan hitungan yang mencakup tingkat keterisian sampai biaya parkir pesawat.

Sekretaris Jenderal INACA Bayu Sutanto menjelaskan, pembatalan 30-50 penerbangan dengan tingkat keterisian penumpang sekitar 80 persen dapat menyebabkan hilangnya pendapatan maskapai sekitar Rp 8-15 miliar per hari.

Terdapat pula tambahan biaya bahan bakar, awak pesawat, hingga parkir pesawat diperkirakan mencapai Rp 1,5-3 miliar, dan biaya kompensasi dan layanan penumpang, seperti makanan, akomodasi, maupun pengembalian dana tiket, diperkirakan mencapai Rp 500 juta-1,2 miliar per hari. Jika digabung, estimasi kerugian mencapai Rp 10-19 miliar per hari.

"Jika berlangsung 1 minggu, Rp 70-130 miliar, ini belum termasuk reputasi dan hilangnya booking di masa depan," kata Bayu kepada kumparan dikutip Selasa (7/9).

Berdasarkan Volcanic Ash Advisory Centres (VAAC) Darwin dan NOTAM, letusan gunung memang menyebabkan pembatalan penerbangan (cancel), penundaan (delay), dan pengalihan (divert).

Sejumlah pesawat terparkir di apron Terminal 1 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (7/9/2026). Foto: Muhammad Iqbal/ANTARA FOTO

"Kerugian maskapai saat IROP (operasi tidak teratur) abu vulkanik itu double, pendapatan hilang dan biaya naik," ujarnya

Estimasi tersebut merupakan hitungan untuk penerbangan dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta (CGK) dan Bandara Radin Inten II Lampung (TKG).

Dengan kondisi status Siaga dengan tingkat peringatan abu vulkanik (VAAC) Orange, sekitar 15-25 persen penerbangan dari CGK dan 40-60 persen penerbangan dari TGK berpotensi mengalami keterlambatan atau pembatalan dalam sehari.

Hal ini juga menimbulkan efek domino yang berujung pada kerugian maskapai yang lebih besar. Komponen kerugian terbesar bagi maskapai, pertama yakni hilangnya pendapatan karena pembatalan, dengan porsi 30-50 persen.

Selain itu terdapat pula kompensasi penumpang sesuai dengan aturan PM 89/2015, penumpang mendapatkan biaya makan dan komunikasi jika delay 4 jam, lalu pengembalian dana dan ganti rute/hotel jika ada pembatalan.