Begini Klarifikasi BI Soal IMF Beri Tambahan Modal USD 6,31 Miliar untuk RI

8 September 2021 13:00
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Begini Klarifikasi BI Soal IMF Beri Tambahan Modal USD 6,31 Miliar untuk RI (20848)
searchPerbesar
Ilustrasi Bank Indonesia. Foto: Nugroho Sejati/kumparan
Bank Indonesia (BI) menegaskan tambahan modal yang dikucurkan International Monetary Fund (IMF), merupakan inisiatif lembaga keuangan internasional tersebut. Ini disampaikan Kepala Departemen Internasional BI, Doddy Zulverdi.
ADVERTISEMENT
Menurut Doddy, penambahan dana dari alokasi Special Drawing Rights (SDR) ini tidak dilakukan atas dasar permintaan Bank Indonesia maupun mengindikasikan bahwa Indonesia tengah berada dalam kesulitan.
"Jadi tambahan ini akan betul kita terima dengan baik untuk memperkuat. Tapi bukan berasal dari kita kesulitan, bukan permintaan kita," jelas Doddy dalam taklimat media membahas cadangan devisa dan LCS, Rabu (8/9).
Adapun tambahan alokasi SDR yang diperoleh yakni sebesar 4,46 miliar SDR atau setara USD 6,31 miliar. Dengan dana tersebut, posisi cadangan devisa pada akhir Agustus 2021 tercatat sebesar USD 144,8 miliar, meningkat sebesar USD 7,5 miliar dari bulan sebelumnya.
Doddy mengatakan, sebelumnya cadangan devisa Indonesia masih dalam posisi yang cukup, yakni sebesar USD 137,3 miliar pada akhir Juli 2021.
Begini Klarifikasi BI Soal IMF Beri Tambahan Modal USD 6,31 Miliar untuk RI (20849)
searchPerbesar
Ilustrasi IMF. Foto: Getty Images
"Tambahan cadangan devisa yang berasal dari SDR terjadi saat cadangan devisa kita sudah sangat cukup meng-handle kalau ada tekanan berikutnya, yang terbaru USD 137 miliar (posisi Juli) itu sudah lebih dari cukup," tuturnya.
ADVERTISEMENT
Inisiatif IMF itu, lanjut Doddy, juga diberikan kepada seluruh negara dalam rangka menjaga stabilitas ekonomi global. Sehingga tidak bisa diartikan semata karena Indonesia dalam posisi kesulitan menghadapi pandemi COVID-19.
Dia melanjutkan, apabila acuan negara yang memperoleh tambahan dana adalah negara yang kesulitan secara ekonomi, semestinya negara besar seperti Amerika Serikat dan Jepang tidak mendapatkan alokasi.
"AS punya kuota paling besar di IMF itu dia yang paling banyak dapat SDR. Kemudian negara-negara Eropa, Jepang juga SDR yang mereka terima jauh lebih besar dari Indonesia. Kalau konteks kesulitan harusnya negara besar tidak mendapatkan," pungkas Doddy.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020