Begini Peran Shell Eco-marathon pada Kemajuan Teknologi Kendaraan Energi Bersih
ยทwaktu baca 3 menit

Negara-negara global tengah berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Salah satu jalan yang ditempuh adalah bagaimana kendaraan berbahan bakar energi bersih didorong untuk menggantikan kendaraan berbahan bakar fosil, yang notabene menjadi salah satu penyumbang emisi karbon terbesar saat ini.
Global General Manager Shell Eco-marathon Norman Koch mengatakan, gelaran Shell Eco-marathon (SEM) memiliki peran dalam perkembangan kendaraan berbahan energi bersih di dunia. Pihaknya mencatat, dalam lima tahun terakhir tren penggunaan listrik sebagai bahan bakar kendaraan selalu meningkat.
Saat ini, sebanyak 50 persen peserta SEM secara global menggunakan baterai listrik, 40 persen menggunakan bahan bakar internal combustion engine (ICE), dan hanya 10 persen yang menggunakan hidrogen.
"Dan kekuatan (tren positif) itu akan terus berlanjut. Jadi ketika anda bertanya kepada saya apa yang akan kita miliki dalam lima tahun, kita mungkin hanya memiliki 10 sampai 20 persen sisa pembakaran internal," kara Norman dalam media gathering di Sirkuit Mandalika, Jumat (14/10).
Kita akan memiliki lebih banyak baterai listrik dan kita akan secara bertahap meningkatkan hidrogen juga.
Adapun SEM 2022 yang digelar di Srkuit Mandalika saat ini berlangsung dari tanggal 11-15 Oktober 2022. kategori energi yang dipakai pada kompetisi ini yakni kategori internal combustion engine (ICE), baterai listrik dan hidrogen.
Norman mengatakan, sudah hampir lebih dari 40 tahun gelaran SEM selalu menghadirkan perkembagan teknologi bahan bakar. Mulai dari LNG (Liquified Natural Gas), gas alam terkompresi, hingga DME.
"Ini mengikuti tren industri dan, bagi kami di Shell, penting juga di bawah strategi kami, mendorong kemajuan, kami ingin memastikan bahwa efisiensi penggunaan efisiensi setiap energi meningkat," kata Norman.
"Jadi filosofi kami adalah mari tingkatkan efisiensi setiap drive train yang ada karena itulah yang terbaik yang bisa kita lakukan untuk menurunkan emisi CO2 dengan segera," sambungnya lagi.
Kontribusi Shell Eco-marathon pada Elektrifikasi Kendaraan di RI
Disinggung ihwal bagaimana kompetisi global ini bisa berkontribusi untuk pengembangan elektrifikasi kendaraan di Indonesia, Norman menegaskan porsi SEM ini hanya sampai bagaimana memberikan wadah bagi pelajari di Indonesia untuk menerapkan kreativitas mereka.
Tujuan kompetisi ini juga adalah untuk mendorong kaum muda untuk menuangkan ide-ide mereka ke dalam contoh praktis, dalam hal ini mobilitas, untuk menghasilkan kendaraan yang paling hemat energi yang ada.
"Bukan tujuan Shell Eco-marathon atau Shell untuk mempengaruhi pemerintah dengan cara tertentu," tegasnya.
"Tetapi bagi kami, ini adalah tentang memberikan ide dan solusi teknologi dan mendorong kaum muda untuk bekerja di masa depan, karena mobil yang anda dan saya akan kemudi dalam 20 tahun akan dibangun oleh salah satu mahasiswa yang ada saat ini," pungkasnya.
