BEI: 1,99 Juta Investor Baru Masuk Pasar Modal hingga 25 Agustus 2022

Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffry Hendrik mengatakan, ada penambahan 1.996.256 investor baru di pasar saham hingga 25 Agustus 2022. Jumlah tersebut setara dengan pertumbuhan sebesar 26,7 persen.
“Target pertumbuhan investor BEI tahun ini adalah 30 persen, sehingga kami sangat optimistis target tersebut akan dapat tercapai,” ujar Jeffry, dikutip pada Minggu (28/8).
Jeffry melanjutkan, untuk mendorong dan m menjaga keyakinan investor secara keseluruhan untuk berinvestasi di BEI adalah dengan menjaga integritas pasar, upaya perlindungan investor dan upaya menjaga pasar yang teratur, wajar dan efisien.
“Selama periode Januari-Juli 2022 dari total nilai transaksi di BEI, investor lokal memberikan kontribusi sebesar 69,1 persen,” sambungnya. Jeffry menyebut kontribusi dari investor asing pada total transaksi di BEI sebesar 30,9 persen.
Sebelumnya, Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, tren positif di pasar modal ini telah diutilisasi oleh stakeholder pasar modal, termasuk para pemilik perusahaan untuk mendapatkan pendanaan sesuai kebutuhan dan strategi internal perusahaan masing-masing.
“Momentum pemulihan ekonomi nasional kami yakini juga turut mendorong korporasi dalam melakukan penggalangan dana melalui pasar modal,” katanya.
Berdasarkan data BEI, ada 23 perusahaan yang berada dalam pipeline pencatatan saham hingga 24 Agustus 2022. Mereka antre untuk bisa melantai perdana di bursa saham atau Initial Public Offering (IPO).
“Sampai dengan 24 Agustus 2022, terdapat 43 perusahaan yang mencatatkan saham di BEI dengan total dana yang berhasil dihimpun sebesar Rp 21,7 triliun,” jelasnya.
Nyoman merinci, dari 23 perusahaan yang berada dalam pipeline itu, sebanyak 5 perusahaan dari sektor consumer cyclicals, 4 perusahaan dari sektor teknologi, 2 perusahaan dari sektor industrial, 2 perusahaan dari sektor consumer non-cyclicals, dan 2 perusahaan dari sektor kesehatan.
