Kumparan Logo

BEI Akan Pelajari Dugaan Penggelembungan Laporan Keuangan AISA

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna. Foto: Selfy Momongan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna. Foto: Selfy Momongan/kumparan

Manajemen Bursa Efek Indonesia (BEI) masih akan mempelajari hasil investigasi PT Ernst & Young Indonesia terhadap laporan keuangan manajemen lama PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) yang diduga melakukan pelanggaran dengan menggelembungkan laporan keuangan mencapai Rp 4 triliun.

Report yang seperti itu kan harus kita pelajari nih. Tim sama saya masih berdiskusi. Kita dengan tim internal, dengan harapan kita sudah tau petanya apa yang perlu kita dalami,” kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu (27/3).

Nyoman melanjutkan, salah satu opsi yang nantinya bisa dilakukan yaitu dengan memanggil manajemen yang baru untuk meminta klarifikasi terkait dugaan tersebut.

“Di situ kita minta penjelasan nanti. Kita yakinkan bahwa kita akan undang dengar pendapat,” sebutnya.

Untuk itu, BEI tidak ingin terburu-buru dalam meninjau laporan dugaan tersebut. Adapun saat ini, BEI fokus untuk mempelajari dan mengklarifikasi dengan manajemen perseroan yang baru.

Nyoman menegaskan, dalam waktu dekat pihaknya akan bertemu manajemen baru untuk melihat hasil laporan terbaru.

“Kan kita nanti ketemu hari Jumat laporan keuangan. Kan ada teman-teman tanya kemarin bagaiman perkembangan laporan keuangan perusahan tercatat kan, nanti saya cek dulu, once misal saya bisa sharing, saya akan sharing perkembangan,” kata dia.

Public Expose PT Tiga Pilar Sejahtera Food Foto: Antara/uhammad Adimaja

Sebelumnya, dalam laporan Hasil Investigasi Berbasis Fakta Ernst & Young Indonesia (EY) kepada manajemen baru Tiga Pilar Sejahtera tertanggal 12 Maret 2019, terdapat dugaan penggelembungan laporan keuangan yang terjadi pada akun piutang usaha, persediaan, dan aset tetap Grup AISA.

Selain penggelembungan Rp 4 triliun tersebut, terdapat juga temuan dugaan penggelembungan pendapatan senilai Rp 662 miliar dan penggelembungan lain senilai Rp 329 miliar pada pos laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi atau EBITDA entitas bisnis makanan dari emiten tersebut.

Temuan lain dari laporan EY tersebut adalah aliran dana Rp 1,78 triliun melalui berbagai skema dari Grup AISA kepada pihak-pihak yang diduga terafiliasi dengan manajemen lama.

embed from external kumparan

Adapun manajemen lama adalah pengelola perseroan sebelum Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 22 Oktober 2018, yang terdiri dari Joko Mogoginta sebagai direktur utama dan tiga orang direksi lain yaitu Budhi Istanto, Hendra Adisubrata, dan Jo Tjong Seng.

Sementara itu, manajemen baru AISA yang dimaksud adalah yang diputuskan dalam RUPSLB 22 Oktober 2018 yang berisi Hengky Koestanto sebagai direktur utama dan Charlie Dungga sebagai direktur.