BEI Bakal Dialog dengan MSCI soal Rencana Revisi Free Float
·waktu baca 2 menit

Bursa Efek Indonesia (BEI) bakal berdialog dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait rencana revisi perhitungan saham free float di pasar saham Indonesia.
Metodologi perhitungan free float khusus untuk pasar saham Indonesia diperkirakan akan mulai berlaku pada review indeks Mei 2026 dan saat ini masih dalam tahap konsultasi publik hingga akhir 2025.
Direktur Utama BEI, Iman Rachman, menjelaskan kebijakan MSCI bersifat independen dan menjadi kewenangan penuh lembaga penyedia indeks global tersebut.
Meski begitu, BEI berharap agar setiap kebijakan baru yang diterapkan bersifat adil dan konsisten di seluruh pasar.
“Kami akan membangun dialog dengan MSCI dalam waktu dekat untuk mengetahui data pembanding apa yang mereka butuhkan. Tujuannya agar kami bisa membantu memastikan keakuratan data terkait korporasi yang menjadi perhatian mereka,” ujar Iman dalam konferensi pers RUPSLB BEI secara daring, Rabu (29/10).
Ia menegaskan bahwa BEI tidak memiliki kewenangan menentukan saham mana yang masuk atau keluar dari indeks MSCI. Namun, BEI akan memastikan prinsip kesetaraan diterapkan di seluruh negara.
“Bursa tidak bisa ikut campur dalam pengaturan tersebut. Namun bagi BEI, penting memastikan bahwa kebijakan MSCI diterapkan secara setara di semua bursa, termasuk terkait aturan UMA maupun suspensi,” kata Iman.
Sementara itu, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota BEI, Irvan Susandy, mengatakan pihaknya juga tengah berkoordinasi dengan KSEI untuk meninjau kemungkinan publikasi data kepemilikan saham yang lebih mendalam.
“Kami sedang berdiskusi dengan KSEI untuk melihat apakah ada data tambahan yang bisa dipublikasikan agar lebih komprehensif dibanding yang tersedia saat ini,” ujar Irvan.
Menurutnya, langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan akurasi data pasar modal nasional, sekaligus membantu penyedia indeks global seperti MSCI dalam melakukan perhitungan yang lebih tepat.
“Kami berharap hal ini dapat membuat data perhitungan dari penyedia indeks menjadi lebih baik sehingga revisi yang dilakukan MSCI bisa lebih akurat,” jelasnya.
