Kumparan Logo

BEI Bidik Peluang IPO Tahun Depan dari Manufaktur hingga BUMN

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik, usai konferensi pers RUPSLB di gedung BEI, Rabu (28/10). Foto: Muhammad Fhandra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik, usai konferensi pers RUPSLB di gedung BEI, Rabu (28/10). Foto: Muhammad Fhandra/kumparan

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melihat peluang penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) pada 2027 dari perusahaan yang bergerak di sektor manufaktur hingga perusahaan hasil restrukturisasi BUMN.

BEI menargetkan ada 25 perusahaan baru IPO pada 2027. Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan prospek IPO tahun depan turut bergantung pada kondisi pasar modal.

“Pertama tentu kita berharap kondisi pasar itu membaik, ya. Itu tentu harapan kita semua. Tetapi terlepas dari itu, ya, kami juga melihat potensi yang cukup besar,” kata Jeffrey usai konferensi pers RUPSLB di gedung BEI, Jakarta, Rabu (28/10).

Ilustrasi Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: Shutterstock

Jeffrey menjelaskan salah satu peluang berasal dari pembangunan kawasan industri dan dorongan pemerintah terhadap investasi di sektor manufaktur.

“Nah, tentu itu kan akan membutuhkan pembiayaan. Nah, salah satu potensi pembiayaannya tentu adalah melalui pasar modal,” ungkap Jeffrey.

Selain sektor manufaktur, BEI juga melihat peluang pencatatan saham dari perusahaan-perusahaan hasil restrukturisasi di lingkungan BPI Danantara. Jefrrey menekankan tetap berupaya maksimal terkait menarik minat IPO.

“Jadi kami melihat terlepas bahwa tantangan ke depan mungkin tidak berkurang, tetapi potensi yang bisa kita upayakan dengan kerja keras itu masih bisa kita lakukan,” tutur Jeffrey.